Sebuah diskusi terkait Trend AI; Gaya Studio Ghibli dan karya seni (art)?

“Di tangan yang tepat, AI bukan pengganti kreativitas, AI tidak akan pernah menggantikan seniman. Ia memperluas imajinasi manusia ke wilayah yang dulu hanya bisa kita impikan, AI adalah jembatan, inspirasi dan alat bantu menuju bentuk seni yang bisa berkembang hebat di masa yang akan datang!” TM, 14042025

Hi Smart Reader, kamu tau gak kalau topik ini lagi panas banget dibahas, terutama sejak teknologi AI seperti ChatGPT, DALL·E, Midjourney, dan kawan-kawannya makin populer di dunia seni digital. Saya sendiri, mulai mengulik dan memakai fitur generate seni di teknologi ini pada saat bulan puasa di Week ke 3 dan ke 4 Maret 2025, dimana saya sedang cuti kerja dan lagi banyak waktu (gabut jadi bisa baca2 dan nyoba2) untuk nyoba-nyoba..hehehe…. Oh iya, Fyi, mengacu pada beberapa referensi informasi digital, OpenAI meluncurkan generator gambar canggih dalam GPT-4o pada Hari Selasa, tanggal 25 Maret 2025. Dan saya memposting hasil penggunaan fitur ini di feed instagram saya pada tanggal 29 Maret 2025.

Saat saya mencoba memakai ChatGPT 4.0 ini untuk membuat kartun anime ala studio ghibli, saya cukup tertegun karena  hasilnya luar biasa mencengangkan…bagus banget…indah…keren…jadi bikin nagih….So, gak aneh kalau  banyak pengguna, mulai dari individu biasa hingga influencer, berbondong-bondong mencoba fitur ini. Foto pribadi, keluarga, bahkan pemandangan sehari-hari pun berubah menjadi karya seni ala film seperti Spirited Away atau My Neighbor Totoro. Saat lebaran, tidak sedikit yang menggunakan style ini dalam kartu ucapan selamat lebarannya 🙂 dan menariknya, kita bisa naikkan ke tingkat level lebih advanced yaitu si foto ghibli ini bisa dijadikan bergerak seperti video dan ngomong dengan suara yang kita isi dengan menggunakan fitur AI dari platform lain seperti hedra.com dan lainnya.

Sam Altman, CEO OpenAI, terlihat sangat senang dan ikut menikmati tren ini. Peningkatan jumlah user dalam satu jam pun melonjak secara signifikan. Sam Altman, di tweet nya (X) menyampaikan bahwa ia sangat senang dengan karya ini, Ia bahkan mengganti foto profilnya di X dengan versi ala Ghibli dan mengajak pengguna untuk membuat versi yang lebih baik.

Karena sangat excited, maka saya pun mulai rajin posting foto2 pakai gaya studio ghibli ini. Saya tidak lupa sharing bagaimana cara membuat dan mengoptimalkan fitur ChatGPT dalam membuat foto ala studio ghibli ini:  

  1. Pastikan kamu masuk ke ChatGPT versi 40.
  2. Upload foto kamu atau gambar yang ingin diubah
  3. Lalu ketiklah prompt, atau bilang, misalnya:
    “Ubah foto ini jadi gaya ghibli” atau “turn this picture to ghibli style”.
  4. ChatGPT akan create sesuai perintah kami, dia butuh waktu beberapa menit sebelum kamu bisa download dan pajang di story ig, feed, whatsapp ataupun social media lainnya.

Saat semua orang sedang bersemangat-semangatnya menggunakan fitur ini dan berlomba-lomba posting gambar ala studio ghibli, ternyata tidak semua pihak menyambut tren ini dengan positif, ada yang mengecam dan kontra terhadap hal ini.

Studio Ghibli, yang selama ini dikenal dengan karya animasi buatan tangan penuh sentuhan humanis, belum memberikan tanggapan resminya. Jika menilik pada komentar yang diberikan oleh salah satu pendiri Studio Ghibli, Inc di tahun 2016 lalu, yaitu Miyazaki, 84 tahun, Ia mengungkapkan skeptisismenya tentang peran AI dalam animasi dan bagaimana hal tersebut kaitannya dengan menghargai karya seni. Hal ini menjadi pegangan beberapa orang yang kontra akan fitur ini.

Sebagai informasi, Studio Ghibli, Inc adalah studio animasi di Koganei, Tokyo, yang didirikan pada 15 Juni 1985 oleh Hayao Miyazaki, Isao Takahata, dan produser Toshio Suzuki.

Apa aja sih kontroversi yang muncul tentang ini? Let’s check it out!

🔍 1. Dilihat dari Hak Cipta dan Originalitas

Pro:

  • Kalau digunakan untuk pribadi, seperti profil media sosial, hadiah, atau seru-seruan, banyak yang menganggap ini aman secara etis.
  • Jika karya dihasilkan oleh AI dan tidak menjiplak langsung aset asli (misalnya tidak meniru karakter spesifik dari Ghibli), maka dianggap sebagai inspirasi, bukan plagiarisme.
  • AI dan seniman bias berkolaborasi: Seniman pakai AI untuk eksplorasi gaya baru dimana AI dapat membantu untuk membuat versi awal lalu manusia melanjutkannya dan memberikan sentuhan akhir (human touch)

Kontra:

  • Beberapa seniman atau penggemar berat merasa gaya seperti Ghibli adalah ciri khas artistik tertentu yang harus dihormati.
  • Kalau hasil edit digunakan untuk komersial tanpa izin (misalnya dijual, dibuat merchandise, atau digunakan dalam iklan), itu bisa melanggar hak kekayaan intelektual (IP).
  • AI “belajar” dari jutaan karya seni yang diunggah di internet. Banyak seniman merasa karya mereka dipakai tanpa izin sebagai data latih AI. Isu ini bikin marak gerakan “Say No to AI Art” di kalangan artis digital.

🤖 2. Etika Penggunaan AI dalam Seni

  • Ada perdebatan soal apakah adil menggunakan AI untuk menghasilkan seni bergaya tertentu, terutama karena AI belajar dari karya seniman asli.
  • Beberapa orang merasa AI bisa mengurangi penghargaan terhadap seniman manusia, tapi ada juga yang melihatnya sebagai alat bantu baru, bukan pengganti.

👥 3. Dilihat dari Perspektif Sosial dan Budaya

  • Banyak orang menyukai versi kartun atau Ghibli-style dari foto mereka karena memberi rasa nostalgia, kehangatan, atau fantasi masa kecil.
  • Tapi penting juga untuk menghindari budaya apropriasi, misalnya: jangan asal pakai elemen budaya tertentu (seperti gaya Jepang tradisional) tanpa mengerti maknanya.

👥 4. Dilihat daridari Persfektif ancaman komersialisasi & Masa Depan

Pro:

AI sebagai alat bantu, bukan pengganti. Perusahaan dan individu mulai pakai AI untuk berbagai tujuan yang memudahkan orang non-desainer seperti saya untuk bisa berkarya dalam ruang lingkkup tertentu, seperti:

  • Ilustrasi buku
    • Poster marketing
    • Desain presentasi
    • Branding visual
  • Dengan hadirnya AI, mempercepat proses brainstorming ide visual
  • Terbuka ruang baru seperti: AI Art Director, Prompt Artist, atau AI-based Visual Storyteller

Kontra (dalam seni):

  • Seni adalah ekspresi manusia → AI dianggap tidak punya jiwa dalam karya
  • Ada risiko kehilangan nilai orisinalitas dan emosi dalam seni
  • Penggunaan AI yang massif termasuk di ranah pekerjaan, membuat pekerja kreaktif khawatir, karena:
    • Klien jadi pilih AI karena murah dan cepat
    • Ada potensi menggantikan pekerjaan manusia

📌 Jadi, kesimpulan penulis nih ya…

Mengubah foto menjadi karya seni seperti Ghibli secara etis masih aman jika:

  • Dipakai untuk kepentingan pribadi/non-komersial
  • Tidak mengklaim hasilnya sebagai karya asli buatan sendiri
  • Tidak menjiplak karakter atau aset spesifik (misalnya Totoro, Ponyo)
  • Memberi kredit atau menyebutkan bahwa gaya tersebut terinspirasi oleh Ghibli (jika dibagikan di publik)

Jadi, saat kita memanfaatkan fitur ini, bijak-bijaklah dalam memanfaatkannya dengan tetap menghargai kode etik dan melihat perkembangan peraturan yang berlaku.

Sebelum tulisan ini kita akhiri, saya mau berikan sedikit info tambahan, terutama untuk yang belum tau apa itu ChatGPT. Check this out!

ChatGPT adalah model AI berbasis bahasa buatan OpenAI yang bisa:

  • Menjawab pertanyaan yang kamu sampaikan melalui ChatGPT
  • Bikin teks (artikel, puisi, cerita)
  • Ngobrol kayak manusia (dia juga belajar dari obrolan yang terjadi)
  • Ngebantu bikin konten (copywriting, script, caption, dll.)

ChatGPT juga bisa bekerja sama dengan AI lain, seperti:

  • DALL·E → mengubah teks menjadi gambar atau karya seni visual
  • Tool image editing → mengubah foto jadi kartun, lukisan, sketsa, dan sebagainya

Kamu bisa ubah foto jadi gaya art atau kartun lewat ChatGPT, asalkan kamu upload fotonya dulu. Setelah itu, tinggal kamu bilang mau diubah jadi gaya seperti apa—misalnya:

  • Gaya anime/manga
  • Gaya sketsa pensil
  • Gaya lukisan cat minyak
  • Gaya digital art modern
  • Gaya Pixar/Disney look
  • Gaya komik Marvel/DC

Ini beberapa contoh yang udah aku praktekin:

Nah…ternyata banyak banget kan style art yang kamu bisa pakai? jadi sebagai referensi dan stimulus untuk kamu bikin karya seni, kamu bisa coba beberapa alternatif style yang bisa digenerate dari Chat GPT ini. Yuk ini aku bantu rangkum style2 tersebut ya…

NoNama StyleTipe / GenreCiri KhasKesan / Penggunaan
1AnimePop culture / Ilustrasi karakterMata besar, warna cerah, ekspresi dramatis, gaya rambut unikIlustrasi karakter, pop culture, storytelling visual
2CyberpunkFuturistik / Neo-noirKota gelap dengan lampu neon, teknologi tinggi, suasana distopiaDunia masa depan, tema pemberontakan & teknologi
3SteampunkRetro-futuristik / FantasiGear, jam, uap, busana Victoria, teknologi alternatif abad ke-19Dunia alternatif, desain karakter & lingkungan unik
4Pixel ArtRetro digital / GameBlok pixel, gaya 8-bit, sederhana namun detailGame design, estetika nostalgia
5WatercolorTradisional / Lukisan basahGradasi halus, transparansi warna, efek dreamyEmosional, lembut, cocok untuk ilustrasi puitis
6Oil PaintingKlasik / Galeri seniSapuan tebal, tekstur nyata, warna dramatisLukisan klasik, kesan elegan & ekspresif
7Line ArtMinimalis / ModernGaris hitam saja, simpel tapi bisa kompleksDesain logo, ilustrasi modern, tattoo design
8SurrealistImajinatif / PsikologisObjek tak logis, simbolik, efek mimpiVisualisasi ide-ide dalam alam bawah sadar
9Pop ArtModern klasik / Pop cultureWarna cerah, flat, terinspirasi dari komik dan iklanBranding, seni kontemporer, media sosial
10Concept ArtVisual development (film/game)Fokus pada ide, eksplorasi visual, bisa realistis atau eksperimentalKarakter & environment dalam film, animasi, dan video game

Okay…segitu dulu tulisan kali ini…nantikan tulisan berikutnya ya.

Semoga membantu……………….

Salam hangat: Tina Melinda I writer, psychologist,meta-coach,trainer & HR Practitioner

Remarks: tulisan ini ada beberapa yang diambil dari katadata.co.id, detiknews,idnnews & chatGPT.

Leave a comment