Dear readers tercinta,

Apa kabar hari ini? InsyaAllah Sukses Mulia selalu ya…:)

Kali ini saya mau membahas mengenai evaluasi pelatihan. Kenapa? karena topik ini senantiasa menjadi topik yang  selalu menarik dan selalu hangat  untuk diperbincangkan dan dipertanyakan.  Kalau kata anak muda sekarang “gak ada matinya :)”. Hal ini terbukti dari beberapa milis HR dan milist Training yang sempat saya ikuti. Di beberapa milist tersebut, muncul beberapa pertanyaan seperti:  Bagaimana cara melakukan evaluasi pelatihan? Apa saja tahapan dalam evaluasi pelatihan?  dan pertanyaan senada lainnya. Mungkin ada beberapa teman-teman  yang pernah membaca penjelasan saya di milist-milist tersebut (initial T. Melinda), namun kali ini saya akan coba kupas dan tuliskan lebih lengkap di blog ini.

Saya memang cukup familiar dengan  topik ini karena saya seorang praktisi di bidang pelatihan dan  sebelumnya topik ini juga pernah saya angkat dan teliti di thesis saya waktu menyelesaikan studi S2 saya. Adapun judul thesis saya tersebut adalah “Rancangan Evaluasi Pelatihan “KL” pada PT.KTC Ditinjau dari Tahap Kedua dan Tahap Ketiga Evaluasi Pelatihan Kirkpatrick“.

Adapun latar belakang kenapa saya memilih topik ini menjadi thesis saya adalah :

1. Saya  pernah mengikuti beberapa pelatihan soft skill seperti KL, ESQ, dan sejenisnya…lalu saya merasa ada suatu perubahan yang sangat signifikan dalam hidup saya, yang merubah cara berfikir dan bersikap saya terhadap orang lain khususnya keluarga,  lantas saya bertanya, apakah semua orang bisa merasakan hal yang sama? bagaimanakah cara mengukurnya secara empiris?

2. Seorang rekan dari lembaga training meminta kepada saya, untuk membantunya mengembangkan tools yang mampu menghitung Return On Investment dari suatu pelatihan  leadership. Ia berkeyakinan bahwa kita pasti bisa menghitungnya dan mematahkan pendapat beberapa direksi, pemilik perusahaan dan beberapa user yang menyatakan bahwa percuma invest di training, karena training itu hanya menghabiskan biaya dan tenaga.

Nah..dari kedua hal tersebutlah muncul rasa ingin tahu yang besar di diri saya tentang Evaluasi Pelatihan. Akhirnya saya pun mulai rajin membaca referensi-referensi mengenai evaluasi pelatihan, mencari  peneliti -peneliti yang menulis secara langsung mengenai metodologi dalam melakukan evalusi pelatihan (berdasarkan studinya). Dan, dari sekian banyak referensi yang saya baca, akhirnya perhatian saya mengerucut pada 2 tokoh yang menulis secara spesifik mengenai Evaluasi pelatihan yaitu: Kirkpatrick dan juka Jack.J. Philips.

Berikut ini adalah judul bukunya:

  • Kirkpatrick, D.L., Kirkpatrick, J.D., (2006). Evaluating Training Program; The Four Levels, 3rd Edition, San Fransisco: Berrett Koehler Inc.
  • Phillips, Jack J, Handbook of Training Evaluation and Measurement Methods, 3rd Edition, Gulf Professional Publishing

ImageEvaluating Training Programs 3

Kedua buku di atas pada dasarnya membahas hal yang hampir sama, namun kali ini kita akan membahas lebih detail pada pendekatan Kirkpatrick.

Definisi Evaluasi Pelatihan:

Kirkpatrick (dalam National Weather Service Training Center, 2007) mengungkapkan bahwa evaluasi pelatihan adalah usaha pengumpulan informasi secara sistematis. Evaluasi pelatihan harus dirancang bersamaan dengan perancangan pelatihan, berdasarkan pada perumusan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Evaluasi pelatihan mencoba mendapatkan informasi mengenai hasil-hasil program pelatihan, kemudian menggunakan informasi itu dalam penilaian apakah pelatihan telah mencapai tujuan pelatihan secara keseluruhan. Evaluasi pelatihan memberikan umpan balik dari peserta yang sangat membantu dalam memutuskan kebijakan mana yang akan diambil untuk memperbaiki pelatihan tersebut. Umpan balik yang diperoleh meliputi reaksi peserta, hasil pembelajaran peserta, perubahan perilaku di tempat kerja dan hasil yang diperoleh (Kirkpatrik, 2006).

Pada beberapa perusahaan, kalangan direksi (top level management) memiliki persepsi bahwa pelatihan kurang dibutuhkan karena hanya akan menimbulkan pemborosan waktu dan biaya. Oleh karena itu, trainers harus berusaha keras mendapatkan kepercayaan dari kalangan direksi dengan menunjukkan adanya kontribusi pelatihan terhadap tujuan perusahaan (Kirkpatrick, 2006).

Kirkpatrik (2006), mengemukakan beberapa tujuan dilaksanakannya evaluasi pelatihan, yaitu:

  1. Untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana meningkatkan program di masa yang akan datang.
  2. Untuk memutuskan atau menentukan apakah program pelatihan tersebut dapat dilanjutkan atau tidak.
  3. Untuk menilai keberadaan departemen penyelenggara pelatihan, yakni dengan menunjukkan bagaimana ia memberikan kontribusi terhadap sasaran dan tujuan dari organisasi.

Tahapan Evaluasi Pelatihan

Menurut Kirkpatrick (1998), evaluasi program pelatihan dapat dilakukan melalui empat tahap, yaitu: Reaction Evaluation,Learning Evaluation, Behavior Evaluation dan Result Evaluation. Menurut Kirkpatrick (dalam Winfrey,2007) evaluasi harus selalu dimulai dari tahap pertama, kemudian jika memiliki waktu dan biaya, dapat dilanjutkan dengan tahap dua, tiga dan empat.  Setiap tahap memberikan pengaruh pada tahap selanjutnya (Kirkpatrick, 2006). Jadi, semakin tinggi suatu tahap evaluasi menunjukkan semakin akurat dalam mengukur efektivitas program pelatihan, namun pada saat yang sama, analisis yang dilakukan membutuhkan analisis yang akurat dan membutuhkan waktu yang semakin banyak pula .

1. Reaction Evaluation

Merupakan jenis evaluasi tahap awal yang dilakukan oleh pihak penyelenggara pelatihan dengan tujuan melihat penilaian peserta terhadap penyelenggaraan pelatihan. Dapat dikatakan bahwa evaluasi ini hampir sama dengan mengukur kepuasan konsumen. Evaluasi ini membantu pihak penyelenggara untuk mengukur sejauh mana efektivitas dari program pelatihan yang diberikannya dan dapat melakukan upaya perbaikan program selanjutnya.

2. Learning Evaluation

Menurut Kirkpatrick (2006), pengukuran learning dan behavior sebuah pelatihan merupakan 2 aktivitas yang berbeda dan merupakan tingkatan dan proses yang berbeda. Learning evaluation merupakan tahapan evaluasi yang sengaja disusun untuk dapat melihat sejauh mana penguasaan peserta terhadap materi pelatihan yang diberikan. Lebih khususnya untuk melihat ilmu (knowledge) apa saja yang sudah dipelajari oleh peserta, keterampilan (skill) apa saja yang sudah ditingkatkan serta perubahan apa yang terjadi pada sikap (attitude) peserta.

3. Behavior Evaluation

Evaluasi ini merupakan tahapan ke-3 yang merupakan tahap kelanjutan dan berkesinambungan dengan tahapan sebelumnya. Evaluasi ini sengaja dirancang untuk dapat melihat seberapa maksimal proses aplikasi dari knowledge, skills dan attitude terjadi di tempat kerja atau dengan kata lain untuk mengukur perubahan apa saja yang terjadi pada perilaku kerja seseorang sebagai akibat dari keikutsertaannya dalam sebuah pelatihan.

4. Result Evaluation

Evaluasi ini merupakan tahapan terakhir untuk mengetahui dampak atau hasil apa yang didapatkan oleh perusahaan berkaitan dengan keikutsertaan peserta dalam pelatihan.

Nah….itulah ke-4 level yang diajukan oleh Kirkpatrick. Sudah banyak sekali perusahaan yang menggunakan model tersebut ketika ingin melakukan evaluasi terhadap pelatihan yang dilakukan.

Setelah teori Kirkpatrick digunakan selama lebih dari 40 tahun, para praktisi pelatihan dan peneliti akademik berpendapat bahwa dibutuhkan model dengan kriteri evaluasi atau outcome tambahan yang sangat berguna untuk evaluasi (Noe, 2005). Jack.J.Philips (2002) dengan teori five level framework memberikan sebuah outcome tambahan terhadap tahap evaluasi pelatihan yaitu Return on Investment .

Dalam konteks training biasanya kita menyebutnya dengan ROTI yaitu Return On Training Investment 🙂

Return On Training Investment (ROTI)

Return on Training Investment adalah evaluasi pelatihan yang berfokus pada pengukuran keuntungan perusahan dalam bentuk keuangan / moneter. Evaluasi ROTI ini merupakan lanjutan dari level 4 yang disebut Philips sebagai level Business Impact (dalam istilah Kirkpatrick adalah hasil). Hasil perolehan data pada evaluasi tahap empat dirubah ke dalam perhitungan nilai mata uang sehingga mampu menunjukkan nilai dari kontribusi program pelatihan terhadap sasaran perusahaan.

Jika teman-teman ada yang ingin tahu teknis pelaksanaannya atau form-form yang bisa dipakai, silahkan kontak saja. InsyaAllah nanti akan saya bantu untuk detailnya, ok??

Baiklah….itu dulu ya pembahasan mengenai evaluasi pelatihannya. sampai bertemu di pembahasan lainnya:)

Terima kasih sudah mampir dan membaca

semoga dapat membantu 🙂

Warm Regards

Tina Melinda, M.Psi, psikolog

27 responses

  1. Ibu yth, saya mahasiswa tingkat akhir s1 sedang menyusun skripsi dengan topik yang sama bu. kalau ada waktu ibu boleh kita diskusi, saya sgt senang kalau bisa dpt bimbingan dr ibu, tks

  2. Reffiadi Saputra Kahfi Avatar
    Reffiadi Saputra Kahfi

    Dear Ibu Melinda,
    Saat ini saya sedang berada di bus dari Kantor di Cilegon ke arah rumah yang di Serang, saya sebelumnya terus memikirkan bagaimana caranya mengukur sebuah workshop, apakah dapat disamakan dengan mengukur sebuah pelatihan, dan apakah setiap pelatihan itu harus terukur sampai ke level 4. Kondisi yang saya alami saat ini bu, saya memiliki kesulitan untuk menentukan evaluasi pelatihan level 2 dan level 3 di event workshop yang saya selenggarakan kemarin bu. Saya di minta untuk menentukan efektivitas dari kegiatan tersebut, sedangkan menurut saya evaluasi tersebut cukup sampai di level 1 saja. Bagaimana menurut Ibu Melinda?…. Terimakasih sebelumnya Bu. – Salam Pembelajar –

  3. Bu, bisa dibantu tools unftuk perhitungan evaluasi level 2, untuk menentukan skor akhirnya

    1. Dear Noesby,

      Yang paling penting untuk mendapatkan skor akhir adalah, Sdr. Noesby harus punya normanya. Dan sejauh ini saya tidak punya tools perhitungannya. Namun kalau yang dimaksud adalah contoh form dan bagaimana menghitungnya, mungkin saya bisa membantu.Yang penting yang harus kita lakukan, kita harus lihat dulu jenis pelatihan yang mau dievaluasi. Blue print materinya harus menjadi dasar saat kita mengembangkan form evaluasinya, jadi harus tetap ada yang namanya customisasi.

  4. Ibu Melinda ysh,

    Saya mahasiswa tingkar akhir sedang dalam tahap penyusunan skripsi.
    Ada yang ingin saya tanyakan kepada Ibu :
    Bagaimana menentukan judul mengenai ROTI dalam skripsi?
    Karena kebanyakan judul skripsi saat ini yang saya tahu seperti ini Bu : “Pengaruh X terhadap Y di perusahaan” , “Pengaruh X1 dan X2 terhadap Y1 di perusahaan” , “Pengaruh X1 terhadap Y1 diintermediasi oleh Z1” dan sejenisnya. Kalau untuk menentukan judul ROTI di skripsi bagaimana ya Bu? 😀

    Mungkin yang pertanyaan saya ini terlihat kurang ilmiah, tapi untuk saat ini saya terjebak pada penentuan judul ini.. 😦
    Dimana judul saya sebelumnya di tolak oleh dosbing dan disarankan untuk meneliti ROTI..

    Mohon bantuannya Bu,
    Terima kasih
    Ario P.

    1. Dear Ario Permadi.
      Mungkin yang pertanyaan paling mendasarnya adalah Ario ini mau meneliti apanya sebenarnya? apakah pengaruh variabel terhadap variabel ataukah ingin mengekplorasi pada tingkat sederhana atau tingkat yang lebih kompleks. Apabila yang mau diteliti adalah hubungan antara variabel yang satu dengan lainnya, beberapa contoh yang Ario Permadi berikan harusnya sudah cukup relevan. Namun kalau ingin mengeksplorasi /mendapatkan gambaran suatu ROTI pelatihan mungkin bisa dengna judul seperti “Evaluasi efektivitas pelatihan X pada perusahaan Angin ribut” atau misalnya “Return on Investment pelatihan X pada perusahaan Angin Ribut”.

      Namun, untuk lebih tepatnya ada baiknya langsung berdiskusi saja dengan dosen pembimbingnya saja, untuk mendapatkan insight yang lebih sesuai.

      Ini hanya sekedar opini dari saya loh ya..hihih..semoga bisa membantu 🙂 dan selamat berjuang mengerjakan skripsinya ya Ario…

  5. Bu Tina, saya boleh minta form yang digunakan seputar evaluasi training?

    Terima kasih

    1. Boleh Fredy. Mau yang evalusi pelatihan level berapa? dan emailnya apa? apakah fedy.ojak@gmail.com ini?

    2. Dear Bu Tina Melinda,
      Saat ini sy bekerja di bagian Development dan saya sangat tertarik dengan topik tentang training evaluation. Saat ini sya sdh menyusun TE lv 1 dan TE lv 2 utk evaluasi setiap pelaksanaan trainingnya (TE lv 2 saya customise sesuai dgn jenis pelatihan yg saya laksanakan). Namun sya mash terkendala dengan TE lv 3 dan 4 ttg seperti apa tools yg digunakan.
      Apakah sya bisa di share utk TE lv 2 (sbg perbandingan dgn TE 2 yg sdh saya buat) Dan TE lv 3 dan 4 sbg referensi saya utk mengevaluasi dan mengukur efektivitas pelatihan yg saya jalankan. Terima kasih banyak.

  6. Yth, Ibu Melinda

    Terimakasih atas share-nya, sangat bermanfaat.
    Bu, kalau boleh mohon dibantu form-form yang biasa digunakan untuk evaluasi pelatihan untuk level 1-5.

    Terimakasih sebelumnya Bu…

  7. Yth, ibu melinda.

    Terima kasih atas ilmunya.
    Mohon dibantu form-form yang digunakan untuk evaluasi pelatihan level 1-5.
    terima kasih sebelumnya..

  8. Dear Bu Melinda,
    Trima kasih untuk sharingnya, kebetulan saya baru menemukan tulisan Bu Melinda karena memang saya sedang membutuhkan informasi secara actual bagaimana mengukur atau mengevaluasi suatu pelatihan, apakah Bu Melinda bisa membantu saya untuk share form level 1-5 seperti yang sudah diminta oleh teman-teman yang lain. Sebelumnya terima kasih sudah membaca dan merealisasikan pertanyaan saya ini.

    Salam,

    Tantrie

    1. Dear mbak tantri,

      Terimakasih sudah singgah di blog saya. Sepertinya nanti saya akan buat tulisan kupas tuntas tiap tahap beserta contoh2 formnya agar memudahkan teman2…

      1. mbak apa bisa bagi-bagi tulisannya ? terima kasih.

  9. Dear Ibu Melinda,

    Mohon bantuannya untuk mengirimkan form evaluasi untuk level 4 dan 5 ke email saya : sinta_tp08@yahoo.com, karena biasanya saya mengukur evaluasi baru sampai level 3.

    Terima kasih,
    S.A

  10. Yth. Ibu Melinda

    Saya praktisi training di sebuah perusahan. Mohon dapat dibantu bu mengenai form-form penilaiannya untuk level 1-5. Atas bantuannya diucapkan terima kasih.
    (form mohon diemailkan ke alamat ini).

    Salam Pembelajar….
    Yudi P

  11. Bu Tina,
    saya seorang karyawan yang salah satu tugasnya adalah mengevaluasi pelatihan yang telah dilaksanakan di perusahaan saya. Sejauh ini kami telah melakukan evaluasi level 1, 2 dan 3. Hanya saja menurut saya dan beberapa komentar responden, aitem pertanyaan pada form evaluasi yang saya sebarkan yaitu form evaluasi tahap 1 dan tahap 3 terlalu universal, tidak begitu spesifik. Terutama pada form evaluasi level 3 yang kami menyebutnya evaluasi paska diklat. Saya pun dalam mengerjakan laporannya hanya sekdar formalitas karena saya merasa form itu tidak mengukur apa yang seharusnya diukur alias tidak valid. Dan juga pelatihan di perusahaan saya ada yang bersifat teknis dan penjenjangan, tapi form evaluasinya sama saja.
    Saya ingin sekali mengganti toolsnya/form evaluasinya/pertanyaannya, tetapi saya kekurangan referensi bu, jika Ibu berkenan untuk menolong saya memberikan beberapa referensi berupa contoh-contoh form evaluasi level 1 dan 3, tapi terkhusus di level 3 sih bu 🙂 .
    Terimakasih bu

  12. Dear Ibu Tina

    Saya sedang dalam proses me-review dan memperbaiki form evaluasi level 1 dan level 3, saya sangat membutuhkan banyak referensi. Jika Ibu berkenan tolong bantu saya untuk contoh-contoh form evaluasi level 1 dan level 3. Ini email saya: hidayati.blabla@gmail.com.
    Terimakasih atas bantuannya Bu.

    Salam,
    Hidayati

  13. Dear Ibu Tina
    Saya sedang akan menyusun tesis yg bertemakan evaluasi pelatihan. Apabila ibu berkenan,bolehkah saya meminta contoh form evaluasi 1-5 krn saya msh sangat awam di bidang ini. Alamat email saya bluebuttervlee@gmail.com. terima kasih banyak atas bantuan ibu.
    Warman regards,
    Rina

  14. Dear ibu Tina

    Terimakasih karena sudah berbagi ilmu di blog ibu. namun saya masih bingung dengan cara untuk mengevaluasi level 4 nya. mohon bantuannya bu, bagaimana cara kita agar dapat mengetaui efektifitas pelatihan di level 4?
    dan mohon untuk dapat berbagi contoh-contoh form evaluasi level 4

    terimakasih

    Himamadhi A

  15. Retno Dwi Lestari Avatar
    Retno Dwi Lestari

    Hi Tina, boleh gak aku minta form form nya..
    Kebetulan untuk ujian magang aku ngangkat judul soal evaluasi pelatihan. 😊

  16. Dear Bu Tina Melinda,
    Saat ini sy bekerja di bagian Development dan saya sangat tertarik dengan topik tentang training evaluation. Saat ini sya sdh menyusun TE lv 1 dan TE lv 2 utk evaluasi setiap pelaksanaan trainingnya (TE lv 2 saya customise sesuai dgn jenis pelatihan yg saya laksanakan). Namun sya mash terkendala dengan TE lv 3 dan 4 ttg seperti apa tools yg digunakan.
    Apakah sya bisa di share utk TE lv 2 (sbg perbandingan dgn TE 2 yg sdh saya buat) Dan TE lv 3 dan 4 sbg referensi saya utk mengevaluasi dan mengukur efektivitas pelatihan yg saya jalankan. Terima kasih banyak.

  17. Boleh tau form form apa saja yg digunakan utk setiap level evaluasi training nya ya..

  18. Selamat Siang, boleh kami diskusi tentang evaluasi pelatihan ibu ? Kami ingin membuat tools yang sederhana tentang evaluasi pelatihan yang sudah dilaksanakan. Email saya : lonang.febyan@gmail.com

  19. Terima kasih bu Melinda atas sharingnya, sangat menarik. Boleh saya minta form yg digunakan dom oenghitungam ROTI, dan mungkin saya jg mau diskusi lebih dalam ttg evaluasi ini.

  20. terima kasih atas sharingnya, pelatihan karyawan dan pengembangan karyawan memang sangat diperlukan dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi

  21. Bu Tina, saya boleh minta form level 1 sampai level 5 yang digunakan untuk mengevaluasi pelatihan ? jika berkehendak tolong kirimkan ke email saya yainahuhairani@gmail.com

    Terima kasih

Leave a comment