Hai Readers….
kali ini saya mau berbagi mengenai pengalaman saya naik commuter line jurusan Tangerang-Tanah Abang ๐
Sejak bulan April 2013 lalu, saya memutuskan untuk pindah kerja ke sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Palm Oil & farming yang beralamatkan di jln. Wahid Hasyim yang berdekatan dengan tanah abang .ย Jika dibandingkan dengan lokasi kerja saya sebelumnya yang sangat dekat sekali dengan rumah, memang lokasi ini terasa sungguh jauh. Awalnya saya ragu-ragu untuk pindah kerja, bayangkan saja, saya bisa berangkaat kerja jam 7 dan sudah sampai di rumah jam 5 sore, tanpa merasakan macet maupun menghirup udara jakarta yang sudah bercampur baur knalpot kendaraan. Saya pun tidak perlu memikirkan kendaraan karena pergi dan berangkat kerja bisa naik jemputan mobil kantor yang melintasi depan rumah. Hmm…nikmat memang.ย Namun, kenikmatan dari sisi perjalanan kantor ini harus segera saya akhiri demi sesuatu yang lebih bernilai bagi sayaย ๐
Hari pertama kerja, tanggal 08 April 2013, saya dan suami berangkat ke kantor dengan menggunakan mobil. Pagi-pagi sekali kami sudah berangkat dari rumah, sekitar pukul 05.30 pagi.ย Ternyata sepanjang jalan sangat lancar, dan kami sampai ke lokasi jam 6 pagi. Karena merasa terlalu pagi kami pun memutuskan nongkrong terlebih dahulu di kfc am, sambil menikmati bubur ayam kfc yang memang kami sukai. Di sela percakapan kami yang renyah, kami menyimpulkan sambil tersenyum-senyum tak percaya bahwa ternyata kalau berangkat pagi sekali, kita bisa sampai dengan sangat cepat.ย Pagi yang manis…..:)
Namun berbeda ketika sore harinya, yaitu saat kamiย pulang menuju rumah kami yang berlokasi di perumahan taman royal 2 poris.ย Jalanan begitu padat….tidak bisa bergerak…sangat lambat..mirip seperti sedang parkir di jalanan….dan suami pun sesekali mendengus seperti ingin bilang aduh..ini macet parah ya…..tapi memang benar, macetnya benar-benar parah…. Bayangkan saja, kami sampai di rumah sekitar jam 9 malam dari jam 5…dan kejadian ini membuat kami merasa lelah dan kapok untuk membawa mobil .ย Dalam hati….”ternyata ini lah Jakarta yang sering diperbincangkan orang“. Maklumlah…selama bekerja di Tangerang, aku tak pernah merasakan macet seperti ini.
Pengalaman hari pertama ini membuat kami memutuskan mencari alternatif transportasi lain menuju kantor.ย Suami saya akhirnya menawarkan untuk mencoba KRL. Dia menjelaskan bahwa KRL dari Tangerang sangat baik dan tidak sepadat seperti dari Bogor. Setelah saya fikir-fikir, kalau benar seperti itu saya akan mencobanya.
Jujur saja, sayaย sebenarnya sangat malas naik KRL karena saya pernah punya pengalaman buruk di KRL di saat saya masih menjalani kuliah saya di UI Depok yaitu:
- Saat sepulang kuliah harus ke kalibata, saya naik KRL, dan alhasil saya di jambret dan tas saya disilet. Hasilnya adalah saya kehilangan dompet beserta isinya dan tas saya juga sobek.
- Selain itu saya juga pernah bertemu dengan seseorang yang tidak memiliki etika, dimana dia mencoba melakukan tindakan tidak senonoh….saat itu saya teriak dan akhirnya orang itu tidak melanjutkan aksinya.
- Saya pernah juga ditarik tasnya hingga saya pun hampir terjerambab jatuh….untung tas saya lepas, sehingga yang menjamret terjatuh dari kereta dan saya pun selamat.
Kejadian – kejadian tersebut benar-benar membuat saya memiliki pandangan dan sikap yang sangat negatif terhadap KRL.ย Dan saya pernah berjanji, kalau tidak akan naik KRL lagi kecuali sistemnya sudah diperbaiki dan disediakan gerbong khusus wanita.
Ternyata…saudara-saudara….benar apa kata suami saya….KRL yang sekarang ini sudah bermetamorfosis. Sudah sangat jauh berbeda dengan gambaranย saya tentang KRL sebelumnya. Benar-benar berbeda.ย Saya cukup tertegun dan wow….KRLย memang alternatif transportasi yang bisa diandalkan.

Oh iya…KRL itu sekarang disebutnya commuter line dan armadanya sudah sangat bagus-bagus.ย Armadanya pake fasilitas AC, bisa duduk dengan santai, amanย karena hampir di setiap gerbong ada securitynya,dan ternyata ada jugaย loh gerbong khusus wanita. Saya kebetulan pernah sekali menaiki commuter line yang semua gerbongnya benar-benarย khusus untuk wanita. Saat ada 1 pria coba naik commuter line khusus wanita tersebut, maka bpk Securitynya menunjukkan pentungannya dan menyuruh yang bersangkutan segera turun. Dalam hati saya…wow…bagus…bagus.. PT KAI benar-benar melakukan metamorfosis yang sangat baik. ๐
Dan satu lagi yang terpenting tentang kelebihan commuter line ini yaitu CEPAT danย ANTI MACET….ANTI MACET!!! Selain itu harganya juga sangat terjangkau, cuma Rp. 7.500,-/sekali jalan. Jadi kalau bolak-balikย Total biaya commuter linenya adalah Rp 15.000, heheh….
Untuk bisa sampai ke stasiun tanah abang, maka saya harus naik commuter dari batu ceper (seberang jalan kompleks saya) dan kemudian transit di duri mengambil jurusan commuter line tanah abang. Tidak perlu ganti tiket, hanya perlu ganti commuter line saja. Demikian juga ketika pulang, saya dari tanah abang harus transit di duri terlebih dahulu baru naik commuter line jurusan tangerang, turun di stasiun batu ceper. Kondisi di commuter line juga sangat manusiawi sekali….terkadang bisa sangat sepi sekali, namun ada juga waktu-waktu tertentu padat. Namun hingga sejauh ini, alhamdulillah saya selalu kebagian duduk dan bisa santai sembari mendengarkan music dan main game di gadget yang saya miliki.

Setelah saya menjalani beberapa kali menggunakan commuter line, ada beberapa hal yang membuat saya sangat senang dan merasa lebih memiliki warna hidup , yaitu:
1.ย Saya menjadi memiliki banyak kenalan. Ya…kalau dulu, dari rumah lansung ke kantor dan kantor ke rumah, maka saya tidak ada kesempatan memiliki kenalan baru dan bercengkerama panjang lebar soal kehidupan dengan orang-orang baru. Namun sekarang, saya memiliki beberapa kenalan baru dan bisa mendengar kisah-kisah yang menarik dari kenalan-kenalan saya tersebut.
2. Saya merasa ada suatu aktivitas lucu dan kompetisi yang menyenangkan setiap hari.ย ย Kejadian-kejadian lucuย ini kerap kali terjadi di sore hari yaitu di saat kita akan naik commuter line menuju arah pulang.ย Perjalanan menuju arah pulang cenderung lebih padat khususnya perjalanan jam 17.26 dari tanah abang. Saya harus memastikan bahwa saya memiliki tempat duduk di commuter line, saya harus memprediksi titik tempat saya berdiri yangย memungkinkan saya untuk bisaย tepat berada di depan pintu commuter line saat ia berhenti, sehingga begitu commuter line terbuka, pintu terbuka, saya langsung bisa masuk dan mengambil posisi duduk dan tidak perlu saling berebut dengan penumpang lainnya.ย Saya memang berhasil beberapa kali berdiri tepat di depan pintu commuter line. Namun, berdiri tepat di depan pintu terkadang tidak menguntungkan juga. Bayangkan saja, saat pintu akan terbuka, semua penjuru di sisi kanan, kiri, belakang akan mendorong kita dengan sangat keras sehingga terkadang bisa menjadi sangat berbahaya. ckckkc…terutama ketika penumpang nya adalah wanita. Terkadang wanita-wanita ini tidak sadar berubah menjadi serigala yang mencakar tangan kita.ย Saya pernah dicakar sekali karena ia sangat ingin masuk ke commuter line terlebih dahulu..dengan kuku panjangnya ia melukai tangan saya…..ckckck….namun walaupun ia menahan tangan saya, itu tidak membuat saya gagal mendapatkan tempat duduk……begitu duduk, saya pun jadinya tertawa lepas…dan berkata ” alangkah lucunya wanita-wanita ini…..mereka bisa terlihat sangat lembut dan halus, namun di saat-saat tertentu mereka menjadi sangat berbahaya”. Fenomena ini memang benar-benar aneh dan lucu….Sayapun terkadang bisa menjadi seperti mereka…hehehehe….namun, tidak jarang juga saya akhirnya menasehati wanita-wanita tersebut untuk bersabar dan jangan saling mendorong.
3. Ada petualangan dan kebersamaan yang manarik dengan sesama penumpang.
Suatu hari, di kalideres tgl 12 ada demonstrasi massa sehingga commuter line pun terpaksa berhenti di rawa buaya. Semua penumpang tidak bisa sampai ke tujuan dan harus menyambung dengan transporatasi lainnya. Saat turun dari commuter line, sesama penumpang langsung saling menyapa….bersama-sama menyewa angkot dan kemudian saling melindungi satu dengan lainnya. Sesekali timbul tertawa renyah di hiruk pikuk perjalanan. Namun, pada akhirnya ada suatu kebersamaan yang menarik, yaitu antara satu orang dengan lainnya yang tidak saling kenal akhirnya menjadi merasa satu dan sama serta saling membantu. What a life?
Jakarta tidak sekejam kata orang…heheh
Hmmm….itulah sedikit dari pengalaman saya naik Commuter line ๐ย yang ternyata pengalaman itu memberikan warna tersendiri bagi kehidupan saya. Dan keputusan yang saya ambil ternyata tetap indah ๐


Leave a comment