Berawal dari perbincangan dengan mbak Ina di kereta commuter line (baru kenal red) mengenai batik, akhirnya sampailah kepada pembahasan mengenai Cirebon.  Di tengah-tengah pembahasan mengenai cirebon dan batik trusmi, muncul ide dari saya yaitu tentang berangkat ke cirebon dengan agenda satu hari perjalanan. Dan…o…o…ternyata mba ina menyambut dengan gegap gempita untuk berangkat ke Cirebon. Singkat cerita, kami pun memutuskan untuk berangkat ke cirebon hari sabtu, tanggal  02  November 2013 dengan motivasi utama “mengintip Batik Trusmi dan pengrajinnya.   Itenary perjalanan di cirebon pun segera disusun.

Dari sejumlah browsing yang saya lakukan, ada beberapa tempat yang menggoda untuk dikunjungi yaitu:

Keraton Kasepuhan Tempat Wisata di Cirebon

Keraton ini dikatakan sebagai keraton yang paling megah dan terawat di Cirebon. Di sini, terdapat beberapa peninggalan kerajaanCirebon zaman dahulu. Beberapa peninggalan tersebut antara lain kereta Singa Barong yang biasanya dimandikan setiap malam 1 suro.  Selain itu, di sini juga terdapat sebuah lukisan Prabu Siliwangi yang konon sangat dikeramatkan. Kalau dilihat dari sisi mana pun, lukisan Prabu Siliwangi ini seolah akan selalu menghadap ke arah kita. Terdapat pula beberapa peninggalan perang berupa pakaian perang prajurit portugis, tombak dan lain-lain.

Taman Ria Ade Irma Nasution

Taman Ade Irma Suryani Dahulu taman ini bernama taman Traffic Garden Cirebon. Sejak tahun 1966 berubah menjadi taman Ade Irma Suryani Nasution. Taman ini merupakan satu-satunya taman rekreasi dan taman bermain di kota Cirebon.

Wisata Belanja Batik Trusmi

Salah satu alternatif oleh-oleh khas Cirebon berupa batik adalah Batik Trusmi, terkenal karena banyak menjadi usaha rumahan di daerah ini. Kita bisa berkunjung ke sini dan sepanjang jalan Desa Trusmi hamper banyak ditemui Batik ala khas Trusmi. B

Selain itu ada beberapa makanan yang begitu menggoda untuk dicicipin dan dirasakan, yaitu:

Tahu Gejrot
Tahu gejrot adalah makanan khas Cirebon, Indonesia. Tahu gejrot terdiri dari tahu yang sudah digoreng kemudian dipotong agak kecil lalu dimakan dengan kuah yang bumbunya cabe, bawang merah, gula. Biasanya disajikan di layah kecil.

Empal Gentong
Menu Empal Gentong ini merupakan daging empal yang berkuah, bukan empal kering yang sering kita temukan. Dimasak dalam gentong tanah liat dengan kayu bakar. Anda bisa memilih daging saja atau campur, yaitu daging campur dengan berbagai jeroan. Empal Gentong ini bisa dinikmati dengan nasi atau lontong, sesuai selera.

Nasi Jamblang
Nasi Jamblang adalah nasi khas Cirebon yang dibungkus dalam daun pohon jati. Jika diperhatikan dengan seksama, pada nasi terdapat guratan-guratan warna kemerahan yang berasal dari daun tersebut. Nasi disajikan dingin (bukan nasi yang panas mengepul), dengan berbagai macam lauk menggiurkan yang dapat kita pilih sendiri, seperti sate udang, cumi-cumi, paru, hati, berbagai macam telor, perkedel, tempe, tahu, dan banyak lagi. Disajikan dengan sambal ati dengan warna merah yang khas, sambal ini bukan seperti sambal ulek biasa, tapi masih berbentuk potongan-potongan cabai merah yang sepertinya dipotong memanjang.

 

Leave a comment