Tadi pagi-pagi, ane sempat membuat status di BBM ane, “Selamat hari Kesetiakawanan Sosal Nasional” dan teman ane berkata “serius loh tin, ada hari begitu? kok gak pernah dengar ya? ini becandaan apa benaran”…. hmm…bukan cuma satu atau dua orang dari rekan-rekan ane yang belum pernah mendengar tentang adanya hari Kesetiakawanan Sosial Nasional, tapi banyak sekali loh… sama seperti ane sebelumnya. Ane sendiri baru tahu ada hari kesetiakawanan sosial nasional dari suami ane (dia memang top…cintanya ama indonesia membuat dia sangat memahami sejarah Indonesia dengan sangat baik). Tapi ya…Seingat ane, dulu waktu sekolah, kita tidak pernah diceritakan mengenai kisah hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ye.. ortu dan teman-teman atau sodara juga kayaknya kagak ada yang pernah cerita tentang hari kesetiakawanan sosial nasional ini. ..dan memang tidak pernah juga ada suatu perayaan yang merata terkait hari ini ya? Tapi itu tidak jadi alasan kenapa kita tidak tahu. Harusnya kalau kita merasa cinta tanah air, kita kudu pelajarin juga kali ye sejarahnya? . Okeh..untuk membantu rekan-rekan semua mengenai hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ini, ane coba kutip beberapa referensi yang menceritakan tentang hari ini 🙂
Jadi….Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional itu diabadikan dari peristiwa sejarah tanggal 20 Desember 1948, yaitu ketika terjalin kemanunggalan TNI dan rakyat persis sehari setelah agresi militer Belanda. Dua kekuatan milik bangsa Indonesia yakni TNI dan rakyat bahu membahu dalam perjuangan bersenjata untuk mengenyahkan penjajahan Belanda. Kesetiakawanan yang tulus, dilandasi rasa tanggung jawab yang tingi kepada tanah air (pro patria) menumbuhkan solidaritas bangsa yang sangat kuat untuk membebaskan tanah air dari cengkraman agresor.
Sejarah Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
Setelah republik berdiri dan masih tertatih akibat agresi militer kedua pada 19 Desember 1948, pemerintahan darurat berlangsung di Yogyakarta. Sehari setelah agresi itu tepatnya tanggal 20 Desember 1948 ribuan rakyat berbondong-bondong mengerahkan segala daya upaya untuk mempertahankan berdirinya republik. Petani di desa memberikan dukungan logistik, menampung pengungsi dari kota, menyediakan rumahnya sebagai markas komando gerilya bahkan ikut serta berperang. Kaum Ibu dan gadis belia menyelenggarakan dapur umum lapangan bagi para pejuang maupun pengungsi, mendirikan pos-pos kesehatan, menjadi perawat bahkan ikut sebagai anggota kelaskaran. Mereka yang tidak ikut berperang membantu menyediakan logistik dan permakanan, apa saja yang mereka miliki dipersembahkan secara tulus ikhlas, seperti menyediakan kendi dan nasi bungkus, jagung dan umbi-umbian yang mereka miliki, para pelajar ikut bertempur, mulai sebagai kurir, petunjuk jalan bahkan menjadi mata-mata bagi pejuang, prinsipnya berjuang terus mempertahankan republik tercinta.
Berangkat dari peristiwa itulah tanggal 20 Desember diperingati sebagai Hari Sosial, lalu berubah menjadi Hari Kebaktian Sosial Nasional dan belakangan ketika Menterinya dijabat oleh Nani Soedarsono, S.H. berubah menjadi Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN).
Kesetiakawanan Masa Kini
Sekarang sudah memasuki tahun 2013, dimana jaman telah banyak berubah. Indonesia kini tak lagi berada dalam keadaaan darurat perang fisik namun sekarang Indonesia sedang berada di kondisi perang ekonomi dan perang sosial yang tak penah habis yakni berkaitan dengan kesejahteraan terutama kemiskinan. Jumlah penduduk miskin yang kian meningkat, tumbuh suburnya kriminalitas karena tiadanya lahan pekerjaan dan perilaku sebagian masyarakat yang memamerkan kemewahan dengan telanjang di hadapan rakyat yang masih miskin dan kelaparan. Naudzubillah…
Kita sebagai anak muda yang bisa melakukan sesuatu mari bersatu pada dengan membawa semangat kesetiakawanan sosial nasional. Bercermin dari peristiwa sejarah, setidaknya mari kita adopsi beberapa nilai-nilai yang masih relevan dalam konteks kekinian yaitu semangat persatuan, kesatuan, kegotongroyongan dan kekeluargaan rakyat Indonesia untuk memerangi kondisi Indonesia hari ini sehingga benar-benar merdeka baik secara ekonomi maupun sosial. Mari kita mulai dengan sesuatu yang kecil dan berarti.
Beberapa target yang harus ane lakukan adalah:
1. Mempromosikan produk-produk anak bangsa yang tidak mengetahui harus kemana menawarkannya. Berhubung karena ane cinta kain maka ane akan bantu mempromosikan kain-kain dari semua desa yang datangnya dari pelosok, dalam hal ini ane akan berfokus pada batik dan tenun dulu.
2. Bersama dengan rekan indonesia lainnya, ane juga mau turut serta membangun perekonomian indonesia dengan membeli produk-produk indonesia saja.
3. Melakukan beberapa hal yang ada dalam hati ane saat ini tapi tak perlu ane tuliskan satu persatu yee..intinya TANGAN DI ATAS aja…
So….akhir kata…mudah-mudahan ane dan rekan-rekan semua bisa mengambil nilai-nilai Hari kesetiakawanan nasional untuk diimplementasikan dan diterjemahkan menjadi perilaku yang dapat memberikan kontribusi terbaik bagi negeri bumi tercinta. INDONESIAKU….
dan..SELAMAT HARI KESETIAKAWANAN SOSIAL NASIONAL


Leave a comment