Kalau bingung mau kemana jalan-jalan di Palangkaraya, sungguh….tak perlu bingung….kenapa?? karena eh karena, ternyata di Palangkaraya ini ada suatu kegiatan wisata yang sangat menyenangkan, khususnya buat kamu-kamu yang suka akan pemandangan eksotika yang dihadirkan oleh alam secara natural…

Saya sendiri awalnya tidak tahu mengenai wisata susur sungai ini. Saya pertama kali  dengar dari adik kelas yang turut serta dalam project di Kalimantan ini. Namun sayang, karena dia berangkat lebih dahulu ke Jakarta maka kami tidak bisa bersama-sama menikmati wisata Susur Sungai ini.

Wisata susur sungai ini ternyata adalah salah satu objek wisata yang menjadi andalan di Palangkaraya dan sudah pernah masuk tv dan ada program rutinnya. Adapun sungai yang disusuri adalah sungai Kahayan. Sungai ini adalah salah satu sungai terbesar yang ada di Pulau Borneo. Panjangnya sekitar 250 km dan banyak penduduk yang tinggal di sepanjang sungai ini.

Perjalanan susur sungai ini bisa dimulai dengan menikmati terlebih dahulu pemandangan gate yang sangat bagus yaitu sebuah lanscape/monumen bersejarah yang sudah didirikan sejak tahun 1957 tanggal 17 Juli oleh bung Karno sang President RI..

ImageImage

Setelah melewati pintu di atas, maka kita akan mulai melihat kahayan bridge secara utuh dari kejauhan. Untuk masuk ke dalam area ini kita tidak perlu membayar apa-apa, alias FREEEE…

ImageImageImageImage

Setelah puas menatap si kahayan bridge dari jauh, sekarang saatnya susur sungai di mulai.  Oh iya, kalau mau naik susur sungai ini ada 3 pilihan moda perahu yang bisa dipakai:

1. Perahu kecil/Klotok, cukup dengan membayar 250.000,-  per satu jam, maka kita bisa naik perahu ini dengan kapasitas maksimal 8-9 orang.  Ini nih perahu nya….

Image

Kelebihan naik perahu kecil di atas adalah kita jadi bisa menyusuri sungai-sungai kecil dan terpencil dengan belahan hutan di kanan kirinya yang tidak dapat dilewati oleh perahu yang besar. Eksotika alam nya menjadi lebih terasa dan menyatu dengan kita. Selain itu, kita juga jadi lebih leluasa memegang air dan bermain dengan air

2. Perahu besar, untuk perahu ini kita harus membayar @75.000,- per orang dengan kapasitas maksimal 20 orang. kalau kamu beramai-ramai, lebih baik langsung booking penuh saja, karena seperti kemaren kami kesana kapal besarnya sudah disewa orang sehingga tidak kebagian lagi.

Image

Image

3. Perahu pesiar, untuk perahu ini kita harus membayar Rp. 6.000.000 (enam juta) per orang untuk satu hari sudah termasuk kamar, makan, minum, dan snack. Di perahu pesiar ini kita akan menyusuri sungai hingga ke tanjung panjang dan melihat orang hutan. Kita pun akan nginap di perahu ini di antara hutan kalimantan (heart of borneo) yang sangat indah. Ini nih si perahu pesiarnya…

Image

Nah, perjalanan wisata susur sungai kami kali ini adalah menggunakan perahu kecil atau lebih dikenal dengan sebutan klotok. Di sepanjang perjalanan, kita akan melihat keindahan panorama sungai, pohon dan hutan yang sangat indah sekali. Selain itu, kita juga akan melihat  beberapa ekor burung berwarna cantik yang tampak bertengger dan terbang  dengan cerianya di pepohonan tepian sungai.  Sesekali perahu klotok yang kami tumpangi berselisihan dengan perahu klotok nelayan pencari ikan yang sedang beraktifitas menjala ikan dan juga sedang beristirahat di pinggir-pinggir sungai. Tidak hanya itu, kita pun sesekali akan melihat beberapa warga sedang sibuk dengan aktivitas sehari-hari mereka.

Wisata sungai kali ini memang menakjubkan. coba saja lihat foto-foto amatiran hasil jepretan saya berikut ini…hihih

Image

Image

 

Image

Image

Image

ImageImageImage

ImageImageImageImage

Kalau kita lihat hasil jepretan di atas,  itu adalah gambaran pemandangan di sepanjang sungai besar kahayan.  Nah, kalau pemandangan sungai kecilnya begini nih….

Image

Batang-batang hutan kalimantan di pinggir pedalaman sungai kahayan, kayak pasir pantai SAMSUNG CAMERA PICTURES SAMSUNG CAMERA PICTURES

Selain pemandangan alam yang indah, kita juga akan menemukan pemandangan permukiman penduduk suku  asli /dayak sehingga membantu kita untuk  mendapatkan gambaran kehidupan penduduk setempat yang masih sangat sederhana sekali. Walaupun sederhana, tapi terlihat bahwa mereka sungguh bahagia dan menikmati aktivitas mereka sehari-hari di pinggir sungai tersebut.

Image

Image

ImageImage

Image

Image

Nah..di penghujung perjalanan, setelah melewati permukiman penduduk setempat di sepanjang sungai, kita pada akhirnya akan bertemu dengan pertemuan dua  arus sungai yaitu sungai kahayan dengan sungai Rungan. Jika dilihat dengan mata telanjang atau dari atas akan tampak perbedaan warna air pada pertemuan kedua arus tersebut. Dari arah sungai Rungan airnya cenderung lebih putih kehijauan sedangkan dari sungai Kahayan berwarna coklat susu.  Lihat nih perbedaannya….:)

Image

 Image

Leave a comment