Diawali dengan adanya seorang rekan (bu Fathia) yang ingin melakukan redeem GFF  karena masa berlakunya yang akan habis, maka perjalanan ini pun bisa terjadi. Kami secara spontan mengusulkan agar redeem GFF nya dipakai saja untuk jalan-jalan bersama. Sempat ada beberapa usulan lokasi yang mau dikunjungi seperti bali, yogya, dll..namun, mengingat tempat itu sudah beberapa kali kita kunjungi akhirnya tidak jadi, dan tiba-tiba saja kita ingat satu tempat yang belum pernah dikunjungi, yaitu BELITUNG…dan akhirnya kita pun memesan tiket ke belitung dan langsung issued tiket di hari tersebut, untuk keberangkatan tanggal 20 – 22 Juni  2014 (tepat satu minggu sebelum ramadhan 2014). HARI PERTAMA Tanggal 20 juni 2014, perjalanan ke Belitung pun dimulai dengan menggunakan pesawat Garuda dengan jadwal keberangkatan pukul 10.30. Namun, karena kita datang ke Bandara lebih awal, maka kita pun memiliki waktu yang panjang di bandara Soe-Ta.  Sembari menunggu waktu, kita hang out terlebih dahulu di coffe bean dan tidak lupa untuk selalu bernarsis ria….hihihi…check this out…

 Menanti BoardingAt Coffe Bean Bandara Soe-Ta dan Check in Counter Garuda

Catatan kaki: TentangGaruda Business Class Ini kali pertama saya naik kelas bisnisnya Garuda Indonesia, dan…ternyata naik business class itu emang seru ya, pelayanannya TOP MARKOTOP….Untuk check in, counter nya saja sudah cukup eksklusif, dimana counternya cukup berbeda dengan counter Garuda kelas economy. Di business class kita bisa duduk santai di sofa sembari menunggu antrian…berbeda dengan counter check ini biasa diamana kita harus antri berdiri dengan jumlah orang yang cukup banyak.  Fasilitas yang diberikan untuk kelas business ini memang benar-benar ok. Kita benar-benar diperlakukan bak raja… pas mau masuk ke ruang tunggu, kita dikasih red carpet gitu, trus begitu sampai di pesawat di kasih welcome drink dan juga handuk hangat…makanan juga disajikan dalam kondisi hangat dengan tampilan yang menarik, keramahan para pramugari di business class juga berbeda dengan kelas biasa/economy….dan, pada saat tiba di tujuan, kita tidak perlu menunggu bagasi bersama penumpang lain karena bagasi business class telah didahulukan dan diletakkan secara terpisah…jadi..so far, Cukup sepadan lah dengan biaya yang harus dikeluarkan ya… ————————————– Setelah tiba di Belitung (pukul 13.00), maka kamipun langsung bernarsis ria di bandara Belitung yaitu Bandar Udara Hashanandjoeddin Tanjung Pandan. Jadi, kalau mau ke belitung jangan salah bandara ya….ingat, bandaranya adalah tanjung pandan bukan tanjung pinang..

Airport Bangka Belitung
Bandara Tanjung Pandan Bangka Beliltung

Sebuah mobil  avanza metalic dengan seorang supir bernama Iqbal telah menanti kami di Bandara.  Kami menyewa mobil dan sopir ini  selama berada di Belitung. For your information, selama 3 hari dengan didampingi supir, kita perlu merogoh kocek sebesar Rp.800.000 (delapan ratus ribu rupiah). Jika ada yang butuh no kontaknya let me know ya… Adapun tempat pertama yang kami kunjungi di Belitung ini adalah wilayah Belitung Timur, yang langsung terkait dengan pembuatan film laskar pelangi dan juga sekolah replika laskar pelangi….

Sekolah Laskar
Sekolah Replika Laskar Pelangi

Setelah puas mengelilingi lokasi sekolah replika laskar pelangi, kamipun melaju ke museum kata andrea hirata….

Museum kata Andrea Hirata
Museum kata Andrea Hirata

Andrea hirata 2 Museum kata Andrea Hirata ini menyajikan karya-karya tulisan yang orisinal.  Setiap sudut ruang dilengkapi dengan bingkai-bingkai hasil karya Andrea Hirata.  Setelah puas menikmati sajian sastra dan pajangan-pajangan di museum ini, maka kamipun melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya yaitu Pantai Tanjung Tinggi. Namun sebelum kesana, kami singgah terlebih dahulu menikmati mie Belitung yang sangat terkenal dan sering dibicarakan…yaitu MIE ATEP.

Mie Atep
Mie Atep Bangka Belitung

Satu porsi mie atep ini adalah Rp. 10.000,-.  Jika ditinjau dari rasa, menurut saya pribadi selaku orang batak yang suka pedas dan gurih maka mie ini kurang cocok di lidah karena terasa manis.  Untungnya karena ada sambal yang cukup pedas, maka bisa membantu saya untuk bisa menghabiskan mie ini. Mie atep ini sangat cocok untuk teman-teman yang menyukai rasa manis. Nah..perut sudah kenyang, saatnya melanjutkan perjalanan…..Kali ini adalah menyusuri Pulau Tanjung Tinggi. Di pulai ini terlihat banyak sekali batu-batu yang besar dengan pasir putih dan laut biru yang masih sangat jernih dan perawan. Berikut ini adalah penampakannya.

tanjung tinggi 2
Pantai Tanjung Tinggi di Sore Hari
Pantai Tanjung Tinggi
Pantai Tanjung Tinggi di Sore Hari, Menunggu sunset di Belitung

Tak terasa waktu sudah menunjukkan tanda-tanda Magrib akan tiba, dan kami pun harus segera bergegas kembali ke hotel. Sesampainya di hotel kami segera bersih-bersih dan mempersiapkan diri untuk wisata kuliner di Belitung. Oh iya..untuk hari pertama, saya dan teman-teman menginap di cottage pondok impian 2, namun hari berikutnya barulah menginap  di hotel ASton Belitung. Berikut ini penampakan situasi cottagenya…

cottage pondok impian
Pemandangan Cottage Pondok Impian 2

Catatan: untuk Cottage ini kamarnya sebenarnya cukup bersih dan luas, dimana terbagi menjadi tiga area yaitu kamar tidur, kamar mandi dan ruang tamu tempat nonton televisi dan menghangatkan air (kulkas besar juga terdapat di ruang ini). Jika dilihat di foto di  atas (kiri bawah)  adalah sofa vintage di ruang tamu untuk menonton televisi. Foto di taman (kanan bawah) adalah lokasi persis di sebelah kamar cottage yang kami sewa. Jika pagi hari tiba, kita buka jendela kamar maka kita akan langsung melihat pantai tanjung pandan, dan indahnya tanaman hehijauan.  Kamar mandi juga bersih dan etnik karena masih terbuat bebatuan, Namun sangat disayangkan, pelayanan hotelnya sangat buruk sekali  dan demikian juga dengan sarapan paginya. Makan malam kali ini adalah seafood. Menurut driver kami, resto yang lezat dan wajib dikunjungi adalah resto Mutiara.

Restoran seafood belitung
Restoran Seafood Mutiara Bangka Belitung

Noted: makan malam ini menghabiskan dana sebesar Rp. 500.000,- dengan menu nasi putih untuk 4 orang, kangkung, ikan bakar ukuran besar, kepiting asam manis 5 ekor, dan makanan khas Belitung yaitu gulai Kepala Ikan yang dikenal dengan sebutan Gangan Kepala Ikan Ketarap. HARI KEDUA;  Tanggal 21 Juni 2014, hari kedua berada di Belitung Kami memulai perjalanan hari ini dengan mengunjungi Pulau Penyabong.  Pantai ini sungguh-sungguh luar biasa indahnya….benar-benar mempesona dan membuat hati bergetar dan tak hentinya mengucapkan “SUBHANALLOH”……………………. Pantai Penyabong Pulau Penyabong Siang telah tiba, perut pun menunjukkan tanda-tanda harus diisi, dan kamipun akhirnya memutuskan makan di Sari Laut Belitung. Menu yang kami pesan adalah udang bakar, ikan bakar dan tentunya masakan kepala khas belitung yaitu Gangan Kepala Ikan. Jika dibandingkan dengan restoran Mutiara, rasa di Sari Laut Belitung ini jauh lebih nikmat. Untuk harga hampir sama dan bersaing. Kalau di Mutiara kami menghabiskan Rp. 500.000, nah kalau di sari laut ini cukup dengan Rp. 470.000,-. Setelah kenyang makan seafood di sari laut, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Pulau lengkuas yang sangat Happening dan terkenal banget di Belitung. Untuk bisa sampai ke pulau Lengkuas ini, kita perlu naik perahu, dan untuk sewa perahu kita perlu merogoh kocek sebesar 470.000,- per perahu. Jadi walaupun penumpangnya 1 atau 10 orang, harga perahunya akan tetap sama. Berikut ini adalah perahu yang kami sewa. Perahu menuju Pulau Lengkuas Sepanjang perjalanan menuju Pulau Lengkuas, kita hanya akan berdecak kagum akan indahnya INDONESIA tercinta…benar-benar wilayah yang layak dibanggakan.   Sesampainya di pulau, maka hal pertama yang dilakukan adalah menaiki menara, agar pemandangan alam yang sangat indah bisa kita nikmati dengan sepuasnya. Tapi memang…perjalanan menaiki menara ini cukup menantang dimana anak tangganya sangat banyak sekali sehingga untuk orang-orang yang tidak pernah olah raga, akan menjadi cukup berat.  Lihatlah ekspresi wajah-wajah di awal menaiki tangga hingga wajah lelah berjuang untuk sampai ke atas…. Menara  di Lengkuas Island Belitung

Lelah dalam perjalanan Menara
Lelah ketika meniti tangga demi tangga menara di Lengkuas Island

Setelah puas menatap dari keetinggian menara, kami pun turun dan kemudian mengeksplorasi pantai di sekitar pulau lengkuas. Ini nih dia hasilnya…

Pulau Lengkuas
Pulau Lengkuas

Selanjutnya adalah eksplorasi Pulau Berlayar. Pulau ini cukup kecil, namun batu-batunya besar-besar sekali…..benar-benar membuat berdecak kagum…wow..wow…dan wow…

Pulau Berlayar
Pulau Berlayar Bangka Belitung
Pulau berlayar belitung 2
Pulau Berlayar Belitung

Setelah lelah plesiran ke laut-laut yang indah banget itu, akhirnya kami pun mencari tempat makan yang katanya rasanya sangat dahsyat harganya ngirit…ini dia..dan ternyata saudara-sadara, harganya benaran murah dan rasanya juga maksyus endess….

SAMSUNG CAMERA PICTURES SAMSUNG CAMERA PICTURES SAMSUNG CAMERA PICTURES

HARI KETIGA Hari ini adalah hari ketiga sekaligus hari terakhir selama berada di Belitung. Kami masih memiliki waktu setengah hari untuk menikmati kota Belitung ini karena pesawat kami Jakarta adalah pukul 12.45. Pagi hari pukul 07.00 kami pun sarapan di restoran di hotel Aston. Salah satu menu yang sangat berkesan bagi saya dan yang sangat saya sukai adalah lontongnya karena menurut saya lontongnya itu benar-benar lezat. Selain itu, menu-menu yang lainnya juga tak kalah nikmatnya. Di dukung dengan pemandangan di resto yang indah dan langsung berhadapan dengan laut, membuat suasana sarapan yang ditawarkan hotel ini sangat menyenangkan.

restoran aston belitung
Suasana di dalam restoran Aston Belitung

Setelah sarapan pagi, driver yang seharusnya menjemput kami belum juga nongol, nah…daripada menunggu lebih baik untuk keliling melihat suasana hotel dan bernarsis di sekitar hotel.  Ini nih hasil narsisan kami di sekitar hotel… Image Aston belitung juga hotel aaston Pukul sudah menunjukkan jam 9 a.m, dan sang driver yang  menjemput kami pun akhirnya tiba dan tanpa menunggu lagi kami pun segera bergegas menuju mobil untuk melakukan perjalanan berikutnya . Karena waktu yang tersedia tidak terlalu banyak, maka kami pun memutuskan untuk mengunjungi rumah adat bangka belitung agar dapat mengenali budaya setempat.

Rumah adat Belitung
Rumah Adat Belitung

Di dalam rumah adat ini, kita bisa melihat dan membayangkan bagaimana kehidupan orang-orang jaman dahulu karena di sini masih banyak terlihat peralatan-peralatan tradisional dan foto-foto zaman dahulu kala yang dipajang disana. di dalam rumah adat belitung Setelah puas menikmati warisan budaya dan peninggalan tradisionalnya, kami pun melanjutkan perjalanan. Di dalam perjalanan, kita melihat ada abang-abang bermotor yang membawa durian bangka belitung. Tanpa ragu-ragu kamipun menghentikan abang-abang itu dan kemudian membeli durian yang dibawanya. Durian Kebetulan sekali lokasi kami menghentikan tukang durian itu di depan sebuah warung jadi kami bisa numpang duduk dan memesan minuman dingin disana sembari memakan durian belitung itu tentunya… Oh iya, untuk sekedar informasi, durian ini harganya cukup murah yaitu  Rp. 100.000 untuk lima buah durian , jadi satuannya bisa dibilang 20.000. Untuk rasa, durian belitung ini tidak kalah lezatnya dengan durian medan loh…so, kalau ngakunya pecinta durian, jangan lupa hunting durian belitung ini ya…. LIBURAN kali ini sangat SEMPURNA ditutup dengan DURIAN lezat….hihihi

Leave a comment