Mudik adalah kata yang paling seru di dengar ketika lebaran akan segera tiba, karena itu artinya pulang ke kampung halaman tanah kelahiran dan berkumpul dengan keluarga besar yang sangat dicintai dan disayangi…mama, papa, kakak, adik, abang, sepupu, dan saudara yang lainnya. Adapun tujuan mudik kami adalah kota padangsidempuan (tapsel) dan lopian/Sibolga (tap-teng).
Kami mudik menggunakan pesawat garuda dengan tujuan langsung dari Jakarta ke Sibolga / Pinangsori. Sebenarnya rute penerbangan garuda ini masih relatif baru dan jadwal keberangkatan yang langsung hanya 1 kali dalam 1 hari yaitu pukul 11-an. Jenis pesawat yang dipakai juga bukanlah tipe boeing yang sering kita pakai namun tipenya adalah bombardir / jet. Berikut penampakan pesawatnya.
Noted: Untuk bisa menggunakan pesawat ini, kita perlu merogoh kocek Rp. 1.295.000 / orang.
Sesampainya di bandara Pinang Sori, kami sudah langsung di sambut oleh mertua terkasih dan juga adik ipar dan anaknya. Senang sekali rasanya mudik kali ini tidak perlu seperti tahun-tahun sebelumnya dimana harus ke Medan dulu, dan dari Medan masih harus menempuh 8 – 10 jam perjalanan darat (terima kasih garuda……).
Hal yang sangat menarik yang saya lakukan dan yang selalu membuat saya rindu mudik adalah:
1. Mandi di sungai….
Berhubung karena di belakang rumah ada sungai, jadi setiap pagi atau sore bisa sepuasnya berenang di sungai…dan untungnya sungai di bagian ini sepi hanya ada 3 keluarga yang biasanya menggunakan sungai ini untuk mandi dan lainnya.
2. Ngabuburit di pinggir laut.
Karena mudiknya lebih awal yaitu tgl 24 Juli, kami masih bisa menikmati ramadhan di sini. Sembari menunggu waktu berbuka puasa, saya dan suami bisa menikmati indahnya pantai-pantai yang ada di kota Tap-teng ini (pantai Hajoran, Pantai Pandan, Pantai Kalangan, dll).
3. Berbagi Sedikit Rejeki
Memang, akan membutuhkan dana lebih untuk kegiatan yang satu ini, namun ketika kita berhasil melakukannya maka akan ada kebahagiaan tersendiri yang menyirami hati kecil kita. Sehingga ada kerinduan untuk bisa sering-sering melakukannya.
4. Kuliner.
Seafood
Sibolga adalah kota yang sarat sekali akan seafood yang segar-segar dan ikan-ikan yang benar-benar baru…selain itu, makanan hasil olahannya juga spicy dan sangat cocok di lidah saya.
Mie Gomak
Mie gomak juga merupakan mie yang paling saya suka karena sejak kecil, ayah saya sangat sering mengajak saya sarapan mie gomak di beberapa warung mie gomak yang sangat enak. Dimasak panas-panas dengan bumbu yang sangat lezat betul-betul membuat kita rindu akan makanan yang satu ini. Dan untungnya saya sekarang sudah pandai memasaknya..hihih…tapi tetap saja kalau makan mie gomak yang dibuat di kampung itu jauh lebih nikmat.

Durian dan Pancake durian
Kebetulan saat ini sedang musim durian sehingga setiap kali dan dimana saja di sepanjang daerah tapanuli tengah dan tapanuli selatan akan sangat mudah sekali untuk mendapatkannya. Saat berkunjung ke rumah mertua, disuguhin durian, saat berkunjung ke rumah saudara lain juga disuguhi durian… Hampir setiap malam saya makan durian minimal 1 buah dan durian itupun sangat segar karena langsung jatuh dari pohon (ipar saya kebetulan seorang petani jadi dia suka menunggu durian jatuh juga….).

Ditinjau dari rasa, durian sibolga atau padangsidempuan atau tanah tombangan (tapsel dan tap teng deh…) sangatlah lezat sekali…ada rasa yang berbeda jika dibandingkan durian montong. Kita dibuatnya menjadi “addict dan ingin terus dan terus….”.

Tidak berbeda dengan durian, pancake durian buatan sumatera juga sangat dahsyat rasanya karena memang bahan dasarnya asli durian sana. Tempat pancake durian yang paling saya suka adalah punyanya restoran jala-jala sari nelayan.

Namun selain di sana ada banyak produsen pancake durian lain. Untuk oleh-oleh ke Jakarta, pancake yang saya beli adalah pancake durian by bolu meranti, dan pancake by Yazid pancake.
Oh iya..tips untuk kamu yang mau bawa oleh-oleh pancake, jangan sekali-kali bawa ke cabin karena tidak akan berhasil. Jadi mending packing yang rapih dan masukkan ke dalam bagasi. Kalau di dalam bagasi, masih boleh red..tapi kalau di cabin, jamin akan ketahan dan disuruh masukin ke bagasi. hihihih…..
Sate Padang Rajawali Padangsidempuan
Makanan wajib satu lagi yang harus dimakan ketika mudik adalah sate khas rajawali di pasar padangsidempuan. Rasa sate ini sangat ajib sekali… ini adalah sate favorite aye. Untuk setengah porsi, kita perlu merogoh kocek Rp. 12.000 (porsinya banyak, hanya dagingnya saja 2 potong).

Untuk satenya sendiri, banyak pilihan seperti sate daging, sate lidah atau sate dalam (hati dan teman-temannya…).
5. Kumpul keluarga dan Narsis Bersama
Puncak kebahagiaan ketika mudik adalah ketika kita kumpul-kumpul dan narsis bersama. Apalagi tahun i ni, kita keluarga besar Nasution bersepakat memakai seragam batik yang dipilih langsung dan didesign oleh aye. Ini nih foto keluarga edisi lebaran 28 Juli 2014 bersama dengan batik yang manis…..
Berikut beberapa foto saat saling mengunjungi rumah saudara….















Leave a comment