Mie nya yang kuning dan cukup tebal ditambah dengan kuah yang kental dan berwarna kuning agak kemerahan membuat lidah tak henti bergoyang dan otak tak bisa berhenti membayangkan kenikmatannya. ditambah topping kepiting, atau udang atau sapi…menyempurnakan nikmatnya rasa mie aceh yang satu ini…..
Oh..Mie Aceh, kau memang dahsyat….
Pertama mengenal mie aceh adalah ketika saya kuliah di Medan, USU. Kala itu teman-teman saya yang berasal dari Aceh mengajak saya mencicipi mie aceh titi bobrok yang lokasinya tidak terlalu jauh dari kampus USU tercinta. Kala itu, tempatnya masih sangat jelek dan tida meyakinkan, kursinya adalah kursi kayu panjang buatan tangan dengan meja panjang dan tempat seadanya. Penempatan kursi ada yang di dalam ruangan ada pula yang di atas tanah tapi beratapkan seng dan dikelilingi penutup kayu. Sempat malas melihatnya, tapi begitu mie itu disuguhkan di depan mata…ow..ow…begitu menggoda…dan begitu ane cicipin kuahnya dengan sendok yang diberikannya…wow…wow…, ane ternyata langsung jatuh hati dan tanpa ragu-ragu segera memasukkan makanan satu ini ke dalam makanan favorit yang wajib dinikmati.
Selama kuliah, hampir tiap minggu saya pasti menghampiri warung titi bobrok ini… Perkembangan warung titi bobrok ini sangat signifikan. Awalnya tempatnya masih sangat jelek, namun makin lama tempatnya semakin besar. Kemudian perlahan-lahan dilakukan renovasi yang cukup signifikan, hingga terakhir saat saya sudah akan lulus, warung titi bobrok ini sudah dibuat menjadi permanen dan besar. Kursi-kursi kayu yang dulu menemani sudah entah kemana, lantas lantainya semua sudah disemen, dan pelayannya juga sudah semakin banyak. Namanya juga semakin terkenal dan semakin banyak digandrungi baik penduduk setempat maupun pendatang.
Setelah saya lulus dari USU, saya kemudian melanjutkan studi S2 saya di Depok. Dan itu artinya, saya tidak bisa lagi sering-sering mencicipi mie aceh titi bobrok ini. Saat itu tahun 2006 dan warung mie aceh titi bobrok ini belum membuka cabang di mana-mana apalagi di Depok atau Jakarta . Kerap kali selama saya kuliah, saya kangen makan mie aceh, sehingga saya sering hunting dan mencoba semua warung yang ada menjual mie aceh.
Sudah banyak sekali mie aceh yang saya coba di sekitar depok, pasar minggu dan tanjung barat, namun belum ada yang pas di lidah, hingga suatu hari saya berkunjung ke rumah sakit Bunda di Depok dan tanpa sengaja saya melihat ada tenda merah bertuliskan mie aceh, dan tanpa ragu-ragu saya langsung masuk ke dalam tenda dan memesan mie aceh….dan wow….saya cukup tertegun bahagia karena rasanya cukup menggelitik lidah saya…akhirnya saya menemukan mie aceh yang menurut saya cukup enak dan cukup mampu mengobati kerinduan saya akan nikmatnya makanan ini…slurpp…..nyam-nyam….yummy… Nama warung mie aceh ini adalah mie aceh Pidie 2000. Dan ternyata, warung mie aceh ini ada 2 di sepanjang jalan Margonda. Satu berlokasi di sisi kiri jalan kalau kita datang dari arah pasar minggu, tidak jauh dari rumah sakit dan yang satunya berlokasi di sisi kanan jalan, lokasinya di dekat detos, masih satu jajaran dengan detos dan ruko-ruko red…, . Sejak mengetahui Pidie 2000 ini, maka kalau lagi banyak duit dan kepengen makan mie, saya pasti selalu singgah .

Setelah saya bekerja, tahun 2008, lokasi kerja saya jauh sekali dari Depok, sehingga saya tidak bisa lagi sering-sering mengunjungi mie aceh Pidie 2000 ini. Namun, hal itu tidak membuat saya berhenti menikmati mie aceh…saya kembali melakukan eksplorasi penjual mie aceh yang lokasinya dekat dengan rumah dan kantor. Sempat saya menemukan penjual mie aceh tidak jauh dari kantor saya di kalibata, dan rasanya juga cukup enak, namun sayang, karena ada perapihan dari satpol pp akhirnya si penjual mie aceh pindah ntah kemana….kemudian saya juga sempat ketemu dengan warung mie aceh yang cukup enak di dekat rumah saya di tangerang, namun sayangnya dia bukanya terlalu malam dan sering tutup gitu, jadi saya sering harus kecewa ketika menghampirinya.
Atas informasi seorang teman, saya juga sempat bertemu dengan warung mie aceh yang cukup lezat di dekat rel kereta daerah puri kembangan, jakarta barat. Dia bentuknya warung tenda gitu, tapi yang berkunjung cukup ramai dan sering kehabisan…..Walaupun cuma warung tenda, tapi tamu-tamu yang datang ke sana rata-rata menggunakan mobil mewah. Namun sangat disayangkan, warung mie aceh itu sudah tidak terlihat lagi di lokasi rel tersebut dan saya tidak tau dia pindah kemana…Hiks…
Setelah cukup lama tidak menikmati mie aceh, maka pada tahun 2009 saya kembali menemukan mie aceh yang enak. Saat itu ada seorang teman kantor mengajak saya untuk mencoba kuliner di sekitar kantor (baru pindah kantor ceritanya…sudah resign dari kantor lama). Nah….saat dia mengajak saya kuliner, maka saya pun menyambutnya dengan bertanya apakah dia mengetahui dimana mendapatkan sepiring mie aceh yang lezat dan dengan senyum manisnya dia menjawab “hayo kita pergi ke mutia.” Dan wow….ternyata mie aceh mutia ini cukup menggoyang lidah juga rasanya, apalagi ditemanin dengan es timun yang cukup menggiurkan sekali. Kami pun makan dengan cukup lahap. Saya pun akhirnya cukup rutin mengunjungi mie aceh mutia ini. Posisinya ada di bendungan hilir jejeran ruko depan pasar bendungan hilir. Warung mie aceh mutia ini ada di 3 gedung ruko yang saling terpisah namun jaraknya cukup berdekatan, jadi kalau yang satu tutup bisa ke yang satu lagi (hanya dengan beberapa langkah). Namun….pada tahun 2014, akhirnya warung mie aceh mutia ini tutup….dan 2 dari 3 rukonya tutup. 1 ruko sudah diganti dengan mie aceh lain, yang ketika saya coba makan, rasanya jauuuuuhhhhhh dari rasa mie aceh….*kecewa…*kecewa…. lalu 1 ruko lainnya sudah kosong dan tidak pernah dibuka lagi. Sedangkan 1 ruko yang bergandengan dengan warung padang sederhana, masih ada namun disana tidak ada atau tidak menjual mie aceh…HIKS..HIKSS….HIKSS…sedih sekaliiii…..Padahal saya sangat suka dengan mie aceh…HIKS…saya harus kembali eksplorasi..
Suatu waktu, saya ada project ke Medan dalam rangka rekrutmen untuk karyawan bank muamalat. Dan saya pun berkunjung ke mie aceh titi bobrok. Iseng-iseng saya pun bertanya, pak, di Jakarta apakah sudah buka cabang? dan dengan antusias ia pun menjawab, ada bu…kami sudah membuka mie aceh di sana…dan dengan semangat 45 saya pun mencari tahu lokasi dan posisinya. Dan akhirnya…saya menemukannya….


Leave a comment