Tahun 2015 diawali dengan traveling bersama tim HR System & Development selama 3 hari 2 malam di kota Udang, Cirebon. Bukan kali pertama saya ke kota ini namun rasa penasaran saya terhadap kota ini tetap saja besar. Pada kesempatan yang lalu ketika berkunjung ke kota cirebon ini, saya tidak banyak melakukan eksplorasi dan plesiran karena saya lebih banyak berburu batik yang lucu-lucu…..dan itu pun rasanya belum cukup puas untuk melihat-lihat keindahan batik yang dijajakan di setiap galeri /butik batik di sepanjang jalan trusmi. For your information, Batik-batik dari Cirebon ini warnanya sangat bagus-bagus, motifnya lucu-lucu dan modern.
09 JANUARI 2015
Ada yang berbeda dari pengalaman saya sebelumnya ketika akan naik kereta api ke Cirebon, yaitu sekarang sudah ada fasilitas Cetak Tiket Mandiri sehingga tidak perlu berlama-lama antri di loket untuk merubah kode booking menjadi Tiket. Caranya juga sangat gampang, cukup masukkan kode booking maka dia akan nge-print secara otomatis.
Berikut ini penampakannya.
Oh iya, kebetulan di sebelah saya ada 3 orang turis dari Inggris yang akan pergi traveling menggunakn kereta api juga. Saat dia mencoba menggunakan Fasilitas Mesin ini, dia sempat berkomentar “WOW…So Easy…it’s very nice..I think I will Love Here…”. Dan ketika mendengar itu, ada rasa haru sebagai warga Indonesia. Sembari menunggu keberangkatan kereta yang masih 1 jam lagi, kami pun memutuskan untuk mencari tempat menunggu terlebih dahulu, dan tempat itu adalah kopitiam. Kami pun masuk ke dalam café kopitiam tersebut dan kemudian seorang pelayan segera menyambut kami dan menawarkan untuk memilih lantai atas karena ruangannya lebih luas dan ber-AC. Dan kamipun meng-iyakan tawaran pelayan tersebut dan dengan segera sang pelayan menekan tombol yang ternyata itu adalah lift kecil di dalam kopitiam. Pintu lift terbuka dan kami pun masuk satu persatu. Saat orang ketiga masuk ke dalam lift kami menyadari bahwa ukuran kami sangat besar-besar alias big size…dan ketika orang ke-4 masuk, kami terpaksa harus mepet-mepet. Ketika menyadari itu dan melihat kondisi kami ber-4 yang big size saling mepet, kami pun tertawa renyah dan mengatakan….lift ini terlalu kecil untuk orang sebesar kita…hahahah….dan itu lah kenapa kami setuju dengan nama tim kami yaitu Tim Enduters… Berikut adalah penampakan kami di kopitiam….
Noted: disini tempatnya bagus, pelayannya ramah juga..dan yang terpenting, mereka mengijinkan kita untuk memakan makanan yang kita bawa dari luar, sehingga kita bisa memakan hidangan yang sudah disiapkan oleh suami bu Dwi. Agar tidak merasa bersalah karena sudah membawa jajanan dari luar, maka kami pun segera bergegas memesan minuman di kopitiam ini. Jam sudah menunjukkan detik-detik keberangkatan ke Cirebon akan tiba, dan kami pun bergegas menuju peron 3-4 tempat Cirebon ekspress bertengger. Tidak berapa lama, kereta sudah datang, dan kami pun bergegas mencari tempat duduk sesuai nomer kursi yang tertera di karcis tiket masing-masing.
Kebetulan sekali saya duduk berdampingan dengan bu Thia, sedang bu Dwi duduk berdampingan dengan suaminya (lihat gambar di atas cin…itu susunan duduk kita di kereta). Sedangkan kakak panda duduk dengan orang asing yang cukup gagah kayaknya…hihih…ingat!! Don’t speak to the stranger ya kakak panda…..(oh iya, for your information, nama asli kakak panda ini adalah suci. Dia dipanggil kakak panda karena dia suka sekali sama panda dan orangnya juga lucu menggemaskan seperti panda. Saya pribadi sangat menyukai dia karena orangnya humble dan selalu membuat kita bisa tersenyum….love you kakak panda….) Dan…Akhirnya kami pun sampai di stasiun Cirebon…Sesampainya di stasiun Cirebon ini, ada beberapa perubahan yang cukup signifikan yang saya rasakan yaitu hilangnya warung ibu-ibu tempat saya waktu itu memakan pop mie malam-malam sembari menunggu kereta malam datang menjemput. Sekarang sudah digantikan oleh Starbucks. Kemudian, musik instrument khas daerah yang tadinya di putar di stasiun ini sekarang juga sudah tidak diputar. Mudah-mudahan hanya kebetulan saja, karena sebenarnya, ketika kita sampai di stasiun dan disambut dengan musik tradisional itu terasa sangat nyaman sekali… Di Cirebon, seorang driver dari hotel Aston tempat kami menginap sudah siap menjemput kami dan segera mengantar kami ke hotel. Sesampainya di hotel, kami segera check in dan sembari menunggu check-in, kami pun menikmati welcome drink yang sangat khas rasanya, seperti ice lemon tea namun ada rasa serei nya….seger…….Awalnya kami takut-takut meminum welcome drink ini karena ada tulisan nama perusahaan di depannya, tapi karena haus, kami pun memberanikan diri bertanya “mas..ini welcome drinknya untuk umum? Atau khusus punya tamu perusahaan?” lalu dia pun menjawab, “oh, silahkan bu…silahkan di minum, ini untuk minum….”, lalu kami pun berkata “soalnya ada nama perusahaannya”, dia menjelaskan, “itu hanya untuk menyambut saja, tapi ini untuk umum kok bu..”. Lalu dengan wajah licik kami segera meminumnya …satu cangkir ludes, lalu nambah, dan kemudian cangkir ke dua juga ludes dan kami tambah cangkir berikutnya. Lalu sambil tertawa geli, kami bertanya satu lainnya “haus bu…?” hihih….tapi memang minuman ini rada-rada nagih nih… Btw, Hotel ini penampakannya cukup modern dan baru. Ia pun cukup bersih dan pelayanannya bagus. Namun, karena saya lebih suka yang sedikit etnik jadinya hotel ini menurut saya terlalu “dingin” (minjem kata-kata kakak panda…hihihih) dan kurang mampu menyuguhkan rasa ke-Indonesiaan yang mencerminkan kehangatan dan kekeluargaan. Hotel ini lebih banyak menyuguhkan keprofesionalisme-an dan kepraktisan. Melihat hotel ini serasa melihat mall ataupun tempat-tempat film action seperti MIB, The Matrix, dan film sejenis lainnya.
Selesai check in dan menikmati welcome drink, kamipun memutuskan untuk naik ke kamar dan segera mandi sembari siap-siap untuk dinner cantik. Setelah sampai di kamar, kami mencoba mengabadikan kebahagiaan kami kali ini di dalam kamar hotel…check this out…
Setelah istirahat sebentar dan mandi, kami pun sholat magrib dan setelah itu kami segera turun untuk turun ke bawah DINNER CANTIK ala tim enduters. Diner cantik ini dilakukan di hotel di sebelah kolam renang dengan live music yang khusus dipersembahkan untuk tim enduters.
Semua lagu yang dinyanyikan based on request. Band nya benar-benar keren, gimana tidak, mereka itu hampir hapal dan menguasai semua lagu yang kami request.
10 Januari 2015
Pelesiran hari pertama dimulai di sepanjang arah kuningan, dengan itenary mengunjungi Ciwaringin, cibulan, dan kuliner di tempat makan yang cukup terkenal.
Namun sebelum pelesiran, kita sarapan dulu….
Berhubung saya dan bu dwi sedang dalam program makan sehat, maka sarapan yang kami pilih adalah menu berikut ini…
Nah…setelah kenyang, dan sudah dandan cantik, kami pun siap untuk berpetualang…
ciwaringin adalah pusat batik tulis yang khusus hanya menjual batik tulis dan batik dengan pewarnaan alam. Tempat ini belum cukup berkembang seperti batik trusmi. Orang lokal sendiri banyak yang tidak tahu tentang tempat ini. Kita sendiri tahu tempat ini karena sempat diliput oleh televisi dalam acara Kerajinan nusantara.
Dalam perjalanan ke arah kuningan, banyak sekali bentangan sawah yang sangat hijau di sisi kanan dan krii. Pemandangan ini memberikan kesejukan dan kenyamanan yang sangat jauh berbeda dengan keadaan Jakarta yang hiruk pikuk dan hingar bingar. Kami pun akhirnya memutuskan untuk turun dan menikmati sedikit udara segar di sekitar sawah-sawah ini.
Setelah beberapa saat kemudian, kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju cibulan, dan di pertengahan jalan, tiba-tiba kami melihat ada tulisan Linggarjati. Dan sontak, pikiran dan angan melayang pada pelajaran sejarah beberapa puluh tahun lalu ketika masih duduk di bangku sekolah…Kesempatan mengunjungi tempat bersejarah ini tidak bisa kami lewatkan begitu saja. Kamipun memutuskan untuk singgah dan melihat langsung degan kepala mata sendiri sebuah sejarah Indonesia “Perundingan Linggarjati”.
Rasa exciting yang besar menyertai kami ketika kami membuka pintu mobil yang kami sewa. Oh iya guys…kalau mau sewa mobil di Cirebon lumayan murah kok, kmrn kita hanya perlu merogoh gocek 350 ribu untuk 12 jam. Namun karena kami melakukan perjalanan lebih dari 12 jam (sampe jam 10 malam), akhirnya terkena overtime 50 ribu sehingga totalnya adalah Rp.100.000,- Kembali ke Gedung Perundingan Linggarjati………….. Ada yang istimewa dengan gedung ini, yaitu gedung ini dirahawat sedemikian rupa sehingga benar-benar indah dan masih sangat layak untuk dikunjungi dan dijadikan salah satu destinasi wisata di Cirebon….(promosi nih….). Lihat aja tamannya berikut ini, sangat terawat….
Ketika kita masuk gedung perundingan linggarjati ini, kita pun diminta menigis buku tamu. Di tempat kita mengisi bku tamu tersebut, ada sebuah tulisan besar terpampang di dinding yang isinya adalah kesepatan yang diperoleh dari perundingan linggarjati tersebut. Setelah puas melihat-lihat dan mempelajari isi gedung perundingan linggarjati ini, akhirnya kami pun memutuskan untuk sholat terlebih dahulu. Namun, entah kenapa, si penjaga gedung tersebut berusaha sekali untuk membuat kami tidak sholat di gedung tersebut., padahal ada mushollanya dan tempat wudhunya juga besar. Selain itu, kami pun melihat ada beberapa orang yang sholat di sana. Tapi karena beberapa kali dihalangi sholat di situ akhirnya kita memutuskan untuk sholat di tempat lain saja, dan kami pun segera berlalu meninggalkan gedung tersebut dengan sedikit perasaan agak kesal. Lalu, perjalanannpun diteruskan, dan akhirnya sampailah kami di tujuan semula yaitu Cibulan…
Setelah selesai, kami keluar dari dalam kolam cibulan tersebut, dan di dekat pintu keluar banyak sekali penjual oleh-oleh yang menjajakan berbagai macam makanan. Salah satu yang sangat menarik perhatian saya adalah petei segar. Sempat tergoda untuk membelinya, namun setelah difikir2 tentang bagaimana cara membawa si petai itu, akhirnya niat saya untuk membelinya tidak jadi. Dan kami pun melanjutkan perjalanan. Sembari turun dari cibulan menuju tempat makan, driver kami menawarkan untuk membeli oleh-oleh di pusat oleh2 yang sangat terkenal di kuningan. Dan kami pun mengiyakan. Ini suasana tempat-nya…
So, kalau mau beli oleh-oleh, tempat ini sangat direkomendasikan karena sangat lengkap. Mulai dari ikan asin, keripik mentah, kerupuk dan aneka ragam snack lainnya. Namun memang seperti biasanya ibu-ibu ya…kalau sudah belanja itu suka lupa diri. Borog ini borong itu….gak pakai mikir …hiihih…pokoke masukkkan saja ke dalam keranjang. Dan tanpa sadar waktu pun sudah hampir jam 2 siang…..dan kami belum MAKAN……………….. Begitu menyelesaikan transaksi, saya bersama kakak panda keluar dari toko dan menunggu bu Thia yang masih sibuk memilih belanjaan. Sementara itu, bu Dwi dan Suaminya sudah duduk manis di depan sambil muka masam karena kelaparan….hihihi….Tapi, aku dan kakak Panda seolah tidak mengindahkan itu, kami pun sibuk melakukan kegiatan selfie sembari menunggu bu Thia. Setelah lelah selfie kami pun akhirnya duduk di dekat bu dwi dan kemudian menatap ke depan sembari menunggu dengan sabar. Bu Dwi tampak mulai gelisah, dan ternyata dia memang sudah lapar dan sudah mulai masuk angin. Sekitar 30 menit kemudian, bu Thia pun selesai dengan belanjaannya dan kami pun segera masuk ke mobil dan langsung melaju ke Tempat makan yang konon katanya enak banget itu yaitu Kidzmania (kayak tempaat main anak-anak ya…)…. Perjalanan ke sana cukup lama dan jalanannya pun tidak semulus yang diduga. Sempat ada pernyataan kakak panda yang membuat geli yaitu “kok bisa tau sih ada tempat makan di ujung dunia begini…”, dan kemudian bu dwi pun menjelaskan kalau dulu dia pernah berkunjung ke kota ini waktu masih kerja di kantor lama, dan ini salah satu tempat makan yang sangat enak dan bagus pemandangannya karena langsun menghadap gunung dan bisa lihat sunset. Tak berapa lama…kami pun tiba di tempat yang dimaksud, dan berikut ini adalah beberapa penampakan tempatnya….

Menu makanan yang disajikan sangat sederhana, yaitu lebih befokus pada ikan-ikan. Saya kemudian memesan ikan bakar, dan setelah ikan bakarnya datang, saya cukup kecewa karena ternyata ikan itu tidak dibakar langsung tapi digoreng terlebih dahulu sampai kering baru dibakar. Jadi jelas ini bukan ikan bakar yang segar….Mungkin kalau kamu datang ke restoran ini, lebih baik memilih ikan yang dikukus saja karena sebenarnya ikannya segar-segar dan dipelihara langsung oleh mereka, tapi proses pengolahannya yang kurang mantap. Salah satu yang cukup menghibur saya di sana adalah karena adanya pepes telor ikan yang rasanya sangat enak dan harganya Cuma Rp. 3.000, – (hihihi…murah cin), dan satu lagi yaitu sayur asam…ya…sayur asamnya cukup seger…hihihih…
Setelah kenyang, kami pun melaju ke tempat-tempat yang cukup enak dipandang mata. Karena waktu sudah menunjukkan menjelang magrib, kami segera bergegas ke hotel, karena malam ini adalah acara makan malam di tempat paling romantis di Cirebon.
11 Januari 2015
Hari ini adalah hari terakhir kami di kota ini. Adapun agenda yang akan kami lakukan di hari ini adalah memburu batik tradisional dan batik tulis yang unik dan lucu-lucu. Dan, sebagai salah satu kolektor dan pedagang batik, hal ini adalah yang paling saya tunggu. Tepat jam 08.00 pagi, driver dari Batik Trusmi sudah stand bye di lobbi hotel untuk menjemput kami. Namun karena kami masih sangat menikmati sajian makanan yang disiapkan oleh Hotel, akhirnya kami pun menunda sedikit keberangkatan dan melanjutkan proses penggemukan badan. Bu Dwi, yang sudah sedari tadi selesai sarapan mendatangan driver dari Batik Trusmi dan mempersilahkan tamu lain yang juga mau berangkat ke Batik Trusmi untuk menggunakan mobil tersebut terlebih dahulu. Kemudian ia pun dengan semangat 45 melakukan check out terhadap kamar kami sehingga jika kami telah selesai sarapan, kami sudah bisa langsung melenggang tanpa harus ke resepsionis untuk melapor lagi. Sarapan pun telah selesai, kami segera ke atas untuk mengambil tas dan langsung berlalu menuju mobil batik trusmi yang sudah siap sedia mengantar kami ke pusat batik tersebut. Dan….disinilah kami, terjebak dengan kain-kain batik tulis yang unyu-unyu……
Kami memasuki beberapa butik-butik batik yang menawarkan sejumlah kehangatan dalam proses berbelanja. Salah satunya adalah : Butik Batik Hafiyan, Butik Hana, dan ada beberapa butik lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu disini… (hahhaha…kayak nulis ucapan terima kasih di pengantar skripsi).
Waktu tak terasa sudah menunjukkan jam kepulangan, kami segera bergegas dan menghubungi driver batik trusmi tersebut untuk mengantar kami ke stasiun Besar Cirebon secara G.R.A.T.I.S………
















































Leave a comment