Ini adalah travelling ke-dua di tahun 2015 yang gue dan tim enduters lakukan. Travelling kali ini berlangsung selama 4 hari 3 malam, tepatnya tanggal 14 Mei sampai dengan 17 Mei 2015.
Ide untuk plesiran ke Malang muncul pada saat kita sedang berada di kereta Cirebon Express tepat pada saat perjalan pulang dari Cirebon awal tahun 2015 lalu. Saat itu kita sedang ngobrol santai mereview nikmatnya perjalanan yang baru saja dilakukan selama di Cirebon. Tanpa banyak perdebatan, waktu saya melontarkan untuk ke Malang maka semua tim segera meng-amininnya. Dan begitu sampai di kantor, bu Dwi dengan semangat membara segera melakukan searching dan jreng…tanpa ba..bi..bu..be..bo, tiket langsung dibooking dan kita pun segera menyusun itenary untuk ke Malang.
Day 1: Kota Malang
Setibanya di Malang, kami dijemput mobil charter Innova yang sudah kami pesan untuk menemani kami selama 4 hari di Jatim. Itenary pertama kami adalah keliling sejenak di kota Malang dan mengunjungi pusat pengrajin kulit yang ada di kota Malang ini. Lokasi pusat pengrajin kulit ini cukup mudah didapatkan, hanya saja warga setempat banyak yang tidak familiar dengan lokasi ini, hal ini terlihat pada saat kami kebingungan dan menanya warga ternyata banyak yang tidak tahu, padahal lokasi orang yang kami tanyakan sangat dekat dengan lokasi kerajinan ini. Di lokasi kerajinan kulit ini terlihat cukup banyak showroom berbentuk toko yang menyatu dengan rumah dan berpintukan kaca di sepanjang jalan, sehingga pelanggan dapat melihat koleksi yang dipajang di dalam toko tersebut.
Kamipun mencoba memasuki satu persatu showroom tersebut, namun kami belum menemukan koleksi yang cukup menggoda untuk dibeli hingga akhirnya kami tiba di showrrom yang bernama Lufas Gallery. Di dalam showroom ini koleksi yang dipajang cukup banyak dan model serta bahan-bahan yang digunakan cukup berkualitas dengan harga yang masuk akal sekali. Dan kami pun pada akhirnya berbelanja di showroom ini….
Setelah membeli beberapa tas dan dompet dari kulit asli, kami pun dengan senyum merekah melanjutkan perjalanan berikutnya, yaitu mengunjungi masjid yang dikenal dengan cerita mistisnya masjid berlantaikan sebanyak 10 tingkat dan dibangun oleh “JIN”. hihihihi…..
Masjid Ajaib: Masjid Tiban Turen
Desas desusnya masjid ini dibangun oleh Jin karena proses pembangunannya yang tidak diketahui oleh masyarakat sekitar dan dirasakan tiba-tiba muncul dan berdiri megah di lokasi sepi seperti hutan, daerah Turen. Saat pertama kali melihat lokasi dan arsitektur serta detail dari masjid ini, siapa yang tidak termakan oleh desas desus tersebut?? tapi benarkah bahwa masjid ini dibangun oleh “JIN”??? Untuk menjawabnya coba buka link berikut ini: https://id.wikipedia.org/wiki/Pondok_Pesantren_Bi_Ba%E2%80%99a_Fadlrah
Masjid Ajaib atau juga Masjid Tiban adalah sebenarnya Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah yang terletak di Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba’a Fadlrah). Nama yang cukup panjang yang mempunyai makna Laut Madu atau, “Fadilah Rohmat” (Segarane, Segara, Madune, Fadhole Rohmat-terjemahan Bahasa Jawa).
Pondok Pesantren tersebut konon mulai dibangun pada tahun 1978 oleh Romo Kiai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam, atau yang akrab disapa Romo Kiai Ahmad. Bangunan utama pondok dan masjid tersebut sudah mencapai 10 lantai, tingkat 1 sampai dengan 4 digunakan sebagai tempat kegiatan para Santri Pondokan, lantai 6 seperti ruang keluarga, sedangkan lantai 5, 7, 8 terdapat toko-toko kecil yang di kelola oleh para Santriwati (Santri Wanita), berbagai macam makanan ringan dijual dengan harga murah, selain itu ada juga barang-barang yang dijual berupa pakaian Sarung, Sajadah, Jilbab, Tasbih dan sebagainya. Apabila ada orang yang mengatakan bahwa ini adalah pondok yang muncul dengan sendirinya, dibangun oleh jin dsb., itu tidak benar. Karena bangunan ini adalah Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah yang murni dibangun oleh para santri dan jamaah.
Detail dari arsitektur mesjid ini sungguh luar biasa…benar-benar membutuhkan kesabaran tingkat tinggi dan persistensi yang luar biasa dalam proses pembuatannya. Saat kami di sana, tampak masih banyak orang yang bekerja melanjutkan proses pembangunannya, ada yang melakukan pengecatan, ada yang mengukir, dan ada yang mengampelas.
Berikut ini sedikit bagian dari masjid dimana kami sempat foto-foto:
Jika kita masuk dari belakang, kita akan menemukan lapangan yang cukup luas untuk parkir mobil, dan saat kita masuk, di depan meja informasi terlihaat ada kolam yang cukup luas, yang menambah keindahkan masjid ini. Check this..
Jika kita amati, masjid ini mengandung gaya yang berbeda-beda dari beberapa sudut. ada yang bernuansa biru seperti guci china, ada yang cream seolah sedang di timur tengah dan ada yang hijau juga. Coba lihat ini..
Catatan Penting!! Kalau lagi berkunjung dan bermain di tempat ini, ada baiknya menjaga sikap, perilaku dan ucapan, karena sempat terjadi satu peristiwa yang cukup membuat deg-deg-an dan buluk kuduk merinding pada saat kami sedang berada di satu titik di lokasi ini.
Begini ceritanya..
Pada saat kami menunggu salah satu rekan yang sedang ke toilet, kami sempat duduk di kursi yang terbuat dari tanah liat dan kursi itu tampaknya sudah cukup tua. Saat kami sedang bercanda -canda, tiba-tiba ada sebongkah batu yang jatuh dari atas tepat mengenai lengan driver yang sedang duduk bersama kami. Kami sempat melihat asal jatuhnya batu itu, tapi anehnya, tidak ada hal yang logis yang bisa menjelaskan batu itu dari mana berasal. Batu itu cukup tajam dengan ukuran yang tidak terlalu besar, namun batu itu sempat melukainya dan membuat lengannya mengeluarkan darah yang cukup banyak. Kami sempat panik sejenak, namun kemudian ada seorang ibu-ibu yang membantu untuk melihat lengan tersebut dan berkata tidak apa-apa. Adik-adik jangan duduk disana, itu tempat tidak pernah diduduki oleh orang. Jadi khawatirnya telah mengganggu makanya ditegur begitu….hmm..mendengar itu, spontan bulu kuduk berdiri. Dan sejak itu, kami punmemutuskan untuk tidak terlalu meriah ataupun tidak sembarang menduduki sesuatu yang ada di sana.













Leave a comment