Menspad Reguler

Pertama kali mengenal pembalut adalah pada saat saya berusia SMP kelas 3, dan saat itu satu-satunya pembalut sekali pakai yang saya kenal adalah pembalut merk Softex. Tapi seiring berkembangnya waktu, merk dan varian pembalut semakin banyak. Merk softex memang pernah menjadi idola bahkan telah mampu menggantikan istilah pembalut dengan merk tersebut, sebagai contoh saja… “Bu, ada softex merk whisper?”, “jeung punya softex gak, gue lagi dapat nih tiba-tiba”, “Gue sekarang softexnya ganti ke Charm deh..lebih enak dan murah juga..”. Dan demikianlah seterusnya.

Bagi wanita, pembalut adalah hal penting yang pasti selalu masuk ke dalam daftar belanja bulanan. Bagaimana tidak? Setiap bulan wanita pasti mengalami siklus menstruasi yang mengakibatkan dibutuhkannya suatu alat yang dapat membantu agar darah yang keluar tersebut tidak berceceran…dan solusinya adalah menggunakan pembalut. Namun baru-baru ini, para konsumen wanita termasuk saya benar-benar telah dikejutkan oleh pengumuman yang telah di release oleh Yasayan Lembaga Konsumen Indonesia yang menyatakan bahwa pembalut dan pantyliner mengandung klor dan menurut Peraturan no 427/MENKES/PER/V/1996 dinyatakan bahwa bahan kimia Klorin bersifat racun dan iritasi. Memang sempat banyak perdebatan tentang hal ini, terutama dari Kementrian Kesehatan sendiri. Namun perdebatan ini telah dijawab pula oleh YLKI dalam websitenya sebagai berikut:

Pengumuman tentang bahaya klorin Tanggapan YLKI tentang Klorin 1 Tanggapan YLKI tentang Klorin 2

Membaca berita ini, saya selaku konsumen terang saja merasa tidak aman, dan akhirnya saya pun mencari alternative pembalut yang baik untuk dipakai. Oh iya, sudah hampir satu tahun terakhir ini saya memakai merk pembalut avail yang katanya aman dan ada herbalnya. Namun, tetap aja kekhawatiran tentang keamanan pembalut ini membuat saya ragu-ragu, ditambah dengan baunya yang sangat tajam membuat saya kerap kali dikomentari teman saya dengan celetukan “ini bau apa sih, kok kayak herbal-herbal gitu, tajam banget baunya”..sehingga saya pun merasa kurang nyaman dan akhirnya tetap berusaha mencari referensi lain sebagai alternatif pengganti pembalut yang lebih aman dan nyaman.

Dari sekian referensi yang saya baca, ada satu yang rasanya sangat klik dan cocok untuk saya, yaitu Menspad. Apa sebenarnya menspad? Kalau kamu ingat jaman dulu, orang tua kita pasti kalau lagi haid pakainya handuk atau kain kan ya? Kain atau handuk itu dijahit seperti popok…ada yang pakai ikatan ada juga yang pakai perekat. Dan handuk itu bisa dicuci ulang berkali-kali dan dipakai untuk haid berikutnya. Nah….konsep Menspad ini hampir mirip, bedanya adalah kalau menspad sudah menggunakan teknologi yang lebih canggih. Kalau jaman dulu tuh, kita kudu sering-sering banget gantinya karena kalau tidak dia akan banjir dan tembus, dan selain itu kelemahannya suka bergeser serta kalau pas nyucinya susah sekali dan kerap kali meninggalkan noda. Tapi, berbeda dengan Menspad ini. Berikut ini akan saya ulas berdasarkan pengalaman saya beberapa waktu ini.

Menspad itu adalah singkatan dari menstrual pad. Varians dari menstrual pad ini sangat banyak ditemukan di pasaran, ada yang menspad buatan local namun ada juga yang impor. Saya sendiri saat ini memakai menspad yang buatan local dengan merk dagangnya Baby-Oz.

Berikut ini adalah penampakan dari Menspad Baby Oz yang saya pakai secara rutin..

Night and pentiliner baby ozpetunjuk-pakai Menspad

Setelah mencoba sendiri Menspad ini, akhirnya saya pun memberanikan diri untuk mempromosikannya dan menjadi reseller dari produk ini, dengan beberapa alasan:

  1. Menurut referensi yang saya baca, menggunakan pembalut cuci ulang ini cukup aman dan dia tidak menggunakan klorin. Saya ingin, teman-teman saya juga menggunakan produk yang relative lebih aman dan menghindari pembalut yang menggunakan klorin. Walaupun permasalahan klorin ini masih diperdebatkan, namun bagi saya lebih baik menghindarinya saja karena sudah ada penelitian resminya dari YLKI.
  2. Ia mampu menyerap dengan cukup baik, sehingga tidak perlu khawatir untuk mengalami tembus alias kebocoran. Memang, saya pribadi awalnya ragu-ragu apakah kalau menggunakan menspad akan aman dari tembus? Dan setelah saya memakainya ternyata dia aman dan nyaman sekali. Kalau kita lagi banyak-banyaknya haid, saran saya pakai yang night aja, untuk Baby G dia ukurannya 35 cm jadi cukup panjang. Dan ia juga menyiapkan insert tambahan just in case kita darahnya banyak banget.
  3. Ia memiliki permukaan yang lembut. Beberapa kendala yang saya rasakan kalau menggunakan pembalut sekali pakai adalah ‘iritasi”. Namun sekarang tidak lagi karena permukaannya yang lembut membuat kita merasa nyaman dan bye-bye iritasi. Pertama kali permukaan ini menyentuh miss V saya, rasanya hanya seperti sedang menggunakan celana dalam saja. Jadi tidak perlu takut soal kenyamanannya. Cara pemakaiannya juga relatif sangat mudah. Berikut ini cara pemakaiannya.
  4. Harga Murah untuk jangka panjang. Beberapa rekan yang saya tawarkan menunjukkan ekspresi bahwa menspad ini harganya mahal. Ya…mereka terkesan mahal untuk di awal saja kok. Bayangkan, kalau kita sudah punya 9 set saja, maka itu sudah cukup untuk setiap bulan pada saat siklus menstruasi menyapa. Kita sudah tidak perlu lagi membeli pembalut sehingga di daftar belanjaan bulanan kita, daftar pembalut otomatis sudah terhapus.
  5. Ramah lingkungan. Nah…untuk yang anda yang mengusung konsep ramah lingkungan dan ingin menjadi part of Saving the World…maka pilihan menggunakan menspad ini sudah sangat tepat. Kenapa Tidak? Bayangkan saja…berapa banyak pembalut yang kita pakai tiap bulan selama ini? Untuk satu hari kita perlu 4 pembalut, kalikan 1 siklus itu 5 hari. Maka satu bulan kita akan nyampah sebanyak 20 pembalut. Itu dari satu wanita, coba kita hitung populasi wanita di Indonesia. Can u imagine it? Dan bayangkan berapa banyak pohon yang harus ditebang hanya untuk membuat pembalut tersebut? So..stop using Pembalut sekali pakai. Cobalah untuk memakai menspad.
  6. Gimana cara membersihkannya? Gampang…..cukup dicucurkan di air mengalir dan kasih sedikit detergen tanpa pengharum, atau sabun mandi..dan trala…darah sudah hilang dan anda pun tidak akan menemukan nodanya. Dan hal ini sudah saya rasakan sendiri.

Jujur saja, awalnya saya ragu untuk memakai menspad ini ke kantor, karena rasanya pasti ribet dan susah untuk mencucinya. Tapi karena saya benar-benar ingin lepas dari pembalut sekali pakai, maka saya pun mencoba memakainya ke kantor dan menggantinya di kantor. Dan ternyata setelah dijalani tidak sesulit yang saya bayangkan…dan tidak perlu ribet. Yang penting adalah asal ada air mengalir, maka kita akan aman menggunakannya.

Jadi tipsnya kalau di kantor begini: Menspad yang sudah kita dipakai jangan lupa dicuci dengan air yang mengalir hingga darahnya habis , lalu peras-peras hingga kering.  Jika ada sabun  di toilet, pakai aja sedikit, kucek-kucek agar nodanya benar-benar hilang tapi jika tidak ada sabunnya, ya udah gpp…cukup dengan air mengalir saja sudah cukup bersih kok. Setelah diperas, darah yang tadinya numpuk akan bersih dan pembalut sudah siap disimpan di dalam wet bag. Jadi jangan lupa bawa wetbag ya. Kalau belum punya, bisa pakai plastik aja. Ingat, sebelum dimasukin di plastiknya, harus diperas dulu seperti sedang memeras pakaian biasa. Tidak perlu jijik atau khawatir, karena darahnya sudah bersih kok pada saat kamu alirin dengan air. Kalau pengalaman saya pribadi, malah saya lebih jijik saat mencuci yang sekali pakai, karena pembalut sekali pakai itu kan banyak jelnya. Dan jelnya itu suka berubah jadi warna merah kan ya…nah, kalau menspad ini malah lebih ramah deh menurut saya.

Okay…segitu dulu ulasan saya tentang Menspad ini. Jika ada yang mau pesan, boleh melalui saya atau boleh juga langsung ke beberapa penjual menspad lainnya.

Untuk harga, berikut ini kisarannya ya…:

  • Menspad night: 45.000
  • Menspad regular: 40.000
  • Pentyliner : 25.000

Dan terakhir dari saya…..Selamat mencoba menspad dan jangan pernah ragu-ragu lagi untuk meninggalkan pembalut sekali pakai.

—————————- Dare to Wear Menspad——————————————————

Leave a comment