Ketika mendengar istilah Table Topics Session, apa yang terpikirkan olehmu wahai teman?
Table Topics Session adalah suatu sesi dimana kita diminta untuk berpidato secara mendadak tanpa adanya persiapan. Seorang yang berperan sebagai table topics master akan mempersiapkan terlebih dahulu sejumlah pernyataan atau pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta pertemuan. Pertanyaan dan pernyataan tersebut pada umumnya harus sesuai dengan tema pertemuan pada hari itu.
Pada saat sejumlah pertanyaan sudah ada, dan seorang table topic master sudah hadir, maka kegiatan atau sesi ini pun sudah dapat dimulai. Table Topic Master biasanya akan memilih orang-orang tertentu untuk maju ke depan. Dan mereka pun dipersilahkan untuk memilih satu nomer dari sejumlah nomer pertanyaan/pernyataan yang ada. Peserta yang terpilih tersebut diberikan waktu 1-2 menit untuk berpidato terkait dengan pertanyaan atau pernyataan yang telah dipilihnya. Saya tidak jarang terpilih sebagai peserta pidato dadakan ini. Pertama sekali saya melakukan kegiatan ini adalah ketika menghadiri toastmaster yang berbasa inggris, jujur saya sangat gugup dan tiba-tiba otak saya blocking dan berada di titik black out. Saya butuh sekian detik untuk akhirnya mulai berbicara dalam bahasa inggris, dan saya pun sadar bahwa apa yang saya sampaikan tersebut sangat tidak terstuktur ..hahaha…. Namun, berjalannya waktu, saya mulai terbiasa. Di saat kedua kali saya ditunjuk menjadi pembicara dadakan, saya cukup mampu membuat orang tertawa dan menikmati pidato singkat saya. Saya ingat betul, saat itu di SCBD, seorang teman berkata, kamu berbakat sekali membuat orang tertawa…dan akhirnya pada saat pemilihan untuk pemenang favorit pembicara dadakan sayapun terpilih. Inilah kali pertama saya dipilih sebagai pembicara dadakan terfavorit. Kemudian, karena semakin terbiasa melakukannya maka saya pun akhirnya sering terpilih sebagai pembicara dadakan terfavorit, khususnya ketika dilakukan dalam bahasa indonesia…heheh… maklum rek, bahasa inggrisnya masih pas-pas-an banget..
Berikut ini adalah beberapa foto yang sempat diabadikan pada saat terpilih sebagai pembicara dadakan terbaik
Mendapatkan piala tersebut bukanlah tujuan dari sesi ini. Piala tersebut hanyalah sebagai cara yang manis untuk memberikan feedback apakah pidato dadakan kita ini disukai oleh audience atau tidak.
Berdasarkan pengalaman yang saya rasakan sendiri, banyak sekali manfaat dari sesi pidato dadakan / table topics ini, antara lain:
- Dilatih untuk berfikir cepat, efektif dan sistematis.
- Dilatih untuk berbicara terstruktur dengan spontanitas ide yang relevan dengan pertanyaan
- Dilatih untuk percaya diri dan tampil meyakinkan walaupun hal-hal yang mau disampaikan tersebut belum dipersiapkan secara matang.
Dengan latihan dan banyak terlibat dalam kegiatan table topics session ini, ada dampak yang signifikan yang dapat dirasakan di kantor, antara lain:
- Pada saat di rapat, kita menjadi mampu menyampaikan opini dan pendapat dengan lebih terstrukur dan meyakinkan.
- Pada saat bertemu atasan, dan diminta menjelaskan sesuatu, kita menjadi lebih lancar karena sudah terbiasa mengakses ide-ide dan pengalaman di pikiran kita.
- Ketika sedang memberikan pelatihan untuk karyawan, kita pun menjadi lebih percaya diri menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta. Ditambah dengan penuturan yang spontan namun terstruktur akan membuat peserta pelatihan dapat lebih yakin dengan apa yang kita sampaikan.
Mungkin banyak dari teman-teman yang bertanya-tanya, bagaimana caranya agar pidato dadakan kita bisa menjadi efektif? Berdasarkan pengamatan saya pada beberapa pembicara dadakan yang hebat serta berdasarkan pengalaman pribadi saya selama menjadi seorang trainer di beberapa kesempatan, saya menyimpulkan bahwa ada 4 hal mendasar yang harus dikuasai pada saat memberikan pidato dadakan,yang saya singkat dengan P.S.S.P (Personal,Strong,Simple, and Point). (wow..keren juga ya istilahnya…PSSP…hahaha)
Personal. Tidak ada salahnya untuk bersikap terbuka dengan sedikit berbagi pengalaman pribadi yang menarik kepada peserta. Karena ketika kita mulai dengan pengalaman pribadi maka kita sudah mulai dengan sesuatu yang kita kuasai. Dan yang paling penting, hal ini akan memberikan kita sesuatu landasan yang sangat fundamental dalam sebuah pidato yaitu: tema, dan tema yang dibangun tersebut menjadi salah satu hal yang kita sudah pasti tahu dan pahami.
Strong. Kita kerap kali khawatir apakah pesan yang disampaikan dapat difahami oleh peserta? Mulailah dengan menghapus kekhawatiran ini dan berfokuslah pada bagaimana kita memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman kita menjadi sebuah akhiran yang kuat dan mengesankan. Kita bisa juga mengambil kutipan-kutipan yang inspiratif, lucu atau kontemplatif. Upayakan untuk tidak mengakhirinya dengan mohon maaf, sebagaimana kita kerap kali temukan. Hindari mengatakan “mohon maaf apabila ada kekurangan, saya cukup grogi”, sekalipun Anda sadar bahwa pidato Anda cukup berantakan.
Simple. Ingatlah untuk selalu menyampaikan sesuatu dengan bahasa yang ringan, sederhana dan mudah dipahami. Hindari menggunakan jargon-jargon yang kita sendiri kurang pahami dan kuasai. Kesuksesan seorang pembicara bukanlah dilihat dari secanggih apa bahasa ataupun istilah bahasa asing yang digunakannya. Namun justru diukur dari seberapa mampu Ia satu bahasa dengan pendengarnya. Tidak jarang kita lihat bahwa pembicara dadakan akan mengeluarkan bunyi tanpa makna seperti ” hmm, umm, ahh…ooo…”. Semakin banyak mengeluarkan kata-kata tersebut, semakin menunjukkan betapa tidak siapnya pembicara tersebut dalam menyampaikan pidatonya. Untuk memudahkan Anda maka upayakanlah untuk membangun struktur sederhana dari pesan yang Anda ingin sampaikan, seperti: mulai dari pengalaman pribadi di masa lampau, lalu bagaimana relevansinya dengan topik dan akhiri dengan pesan yang kuat.
Point. Memberikan penekanan pada pidato dadakan adalah penting untuk dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti menggunakan variasi suara atau ekspresi. Mainkanlah intonasi pada pesan yang ingin disampaikan.
Dan pada akhirnya saya ingin menyampaikan bahwa kita harus tetap berlatih. Sejago apapun kita dalam berpidato atau menyampaikan pesan, jangan pernah merasa cukup. Tetaplah coba melatih diri dengan menggunakan 4 dasar fundamental PSSP tersebut. Dan rasakan sendiri pengalaman berkembang menuju pembicara yang lebih handal dan efektif!!

Leave a comment