Yes…I am a Meta Coach!! (Dengan sertifikat “P”, untuk sementara… heheheheh)

Tidak pernah diduga sebelumnya bahwa saya akan menekuni ilmu ini dan menjadi seorang meta-coach. Buat kamu yang belum pernah mendengar meta-coach pasti bertanya-tanya, apa kah meta-coach itu? So, let me give you small brief about it.

Meta Coach adalah profesi yang memfasilitasi klien untuk mencapai tujuan yang diinginkan melalui pengembangan motivasi yang datangnya dari dalam diri klien (internal). Gelar Meta-Coach ini diberikan khusus untuk lulusan dari Neuro Semantics yang berfokus utama pada pengembangan cara berpikir (mindset) dan tata nilai (values) dari diri internal masing-masing. Biasanya, dalam keseharian cukup dipanggil dan dikenal dengan sebutan “coach”.

Jika kita lihat dari susunan katanya maka meta-coach terdiri atas 2 kata, yaitu:

  1. Meta = ciri khas dari Neuro Semantics yang artinya ‘above, about and beyond”.
  2. Coach = sebuah profesi yang memfasilitasi seseorang untuk mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien.

Gelar Meta Coach ini baru bisa diperoleh jika kita telah menyelesaikan beberapa modul pelatihan dan telah mengambil modul “Coaching Mastery”. Saya mengikuti Coaching Mastery di Bali pada tanggal 22-29 Maret 2018, dengan difasilitasi langsung oleh Master Trainer Michael Hall, Ph.d dan didampingi oleh co trainer ibu Mariani. Ng.

Selama mengikuti program Coaching Mastery ini, saya cukup terkagum-kagum. Ya, bagaimana tidak kagum? Program ini didesain sedemikian rupa sehingga para peserta memiliki pengalaman experiential yang sangat intens dan mendapatkan feedback yang sangat sensory based dan berkualitas dari para meta-coach yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi (dalam pelatihan ini mereka disebut team leader).  Selain itu, standard yang dipakai dalam pelatihan ini adalah standard International dengan menggunakan Bahasa Inggris, dengan pengajar  langsung oleh founder dan master trainer yang sudah memiliki jam terbang secara internasional yang tidak perlu dipertanyaan kemahirannya.

Sungguh, banyak sekali ilmu  yang didapatkan dari sesi ini, yang akan saya ulas satu persatu di artikel yang berbeda dari tulisan ini.  Salah satu pengetahuan baru bagi saya yang  sangat keren adalah tentang “self-actualization”.  Selama kuliah dulu di Psikologi, saya sudah mempelajari hal ini. Namun, ada yang berbeda yang dipaparkan oleh Michael Hall, yaitu tentang human being dan human doing dalam kaitannya dengan needs manusia.  Konsep human being dan human doing ini benar-benar sangat masuk akal dan menjawab beberapa pertanyaan saya sebelumnya tentang apa sebenarnya itu self-actualization. Terima kasih Michael sudah sering mengenai hal ini 🙂

Leave a comment