Saat kita sedang berada dalam perjalanan menggunakan tol dari arah Jakarta menuju Jogja, fokus akan membuat kita melihat dan memperhatikan jalan, namun kesadaran akan membuat kita mampu menikmati keindahan di sepanjang tol, menikmati belahan gunung dan hijaunya dedaunan yang membentang di sepanjang tol. Kita melirik dan menikmatinya.
Dalam kehidupan, kita sering berfokus pada sesuatu yang ada di luar diri kita, dan jarang menyempatkan dan meluangkan waktu untuk melihat ke dalam diri. Lighting up inner site adalah sesuatu yang perlu kita lakukan untuk membuat kita menyadari akan diri kita. Adapun salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk melihat ke dalam diri adalah dengan melakukan awareness meditation.
In an awareness meditation, you don’t have any new object to focus on. It’s more about shifting your emphasis (Erick Harrison/Innerself.com)
Jika meditation adalah tentang awareness, maka sebenarnya setiap hari kita melakukan meditation. Namun, yang kita aware adalah hal yang ada di luar dan bukan yang ada di dalam diri kita. Oleh karenanya, untuk bisa aware akan sesuatu yang ada di dalam diri kita, yang kita butuhkan hanyalah latihan, latihan dan latihan.

Meditasi tidak sama dengan mengosongkan pikiran.
Ada satu hal yang perlu kita sepakati bersama, bahwa pikiran kita tidak pernah kosong. Pikiran kita selalu berkelana dari satu object ke object yang lain. Meditasi bukanlah kegiatan mengosongkan pikiran.
Meditasi adalah menyelaraskan pikiran dan membangun kesadaran. Saat meditasi, kita berusaha sadar pada ketidaksadaran kita. Yang menjadi PR/homework adalah, kita kerap kali melakukan analisa terhadap pikiran kita dan membuat kita menjadi merasa berat dalam melakukan meditasi. Maka, selama latihan meditasi akan cukup berguna jika kita menerapkan prinsip, hear what hear, see what you see.
Four meditation Posture:
Dalam melakukan meditasi, ada 4 posture meditasi yang umum digunakan yaitu:
- Sitting Posture. Untuk posture duduk, banyak posisi dan variasi yang bisa kita lakukan. Namun, pilihlah yang paling nyaman dan enak untuk dilakukan. Pada saat kita duduk, pastikan badan kita tegak dan tidak sedang bersender. Kita boleh meditasi dengan menggunakan bantal di bagian pantat dan kaki, sehingga posisi pantat lebih tinggi dari kaki. Dengan menggunakan bantal/cushion akan membantu posisi tubuh kita menjadi lebih tegak. Ganjalan bantal tersebut akan membantu kita untuk tidak melekukkan tubuh dan memberikan balance. Selain itu, saat kita meditasi di ubin, dengan adanya bantal ini akan menghindarkan tubuh kita berinteraksi langsung dengan ubin yang dingin, jd gak rematik nanti. Bantal yang digunakan silahkan dipilih sesuai dengan yang paling nyaman dirasakan tubuh dan yang membantu kita untuk bisa tegak. Tidak ada persyaratan baku terkait jenis bantal yang harus digunakan.
- Standing Posture. Ini efektif dilakukan pada saat kita berada dalam kondisi dimana posisi duduk akan menjadi kurang efektif, seperti sedang sedikit ngantuk, misalnya habis sahur menjelang waktu sholat subuh.
- Walking Postures. Ini adalah salah satu meditation yang paling efektif.
- Laying Postures. Ini dilakukan untuk yang sudah senior dalam meditasi, ataupun lagi yang kurang sehat.
Music vs Meditation; perlukah musik untuk menemani meditasi?
Beberapa guru meditasi menyarankan untuk tidak menggunakan musik pada saat meditasi, namun ada juga yang menyarankan untuk menggunakan musik. Saat kita memilih menggunakan music, kita harus hati2 dan aware atas jenis music yang kita pilih. Jangan sampai, music yang kita pakai bukannya menyelaraskan pikiran melainkan membuat kita menjadi cemas dan tidak nyaman.
Breathing Meditation.
Core dari meditation adalah aware terhadap apa yang ada di dalam diri kita, misalnya: aware terhadap nafas kita, kembang kempisnya perut. Pada saat kita melakukan meditasi, tidak jarang kita menjadi tidak konsentrasi, karena kita terlalu banyak berfikir, mis: nanti masak apa, aduh pekerjaan belum selesai dst.
Pikiran tidak bisa mengatasi berbagai hal secara bersamaan. Dengan kata lain, pikiran/mind hanya mampu handle satu hal dalam satu waktu. Jadi, pada dasarnya hal itulah yang dilatih melalui meditasi, dimana kita fokus pada satu hal. Kalau kita semakin terlatih untuk melatih hal tersebut, maka kita akan aware terhadap hal tersebut, dan hal -hal lain seperti kesedihan, kemarahan, rasa cemas atau hal lain tidak akan masuk pada hal tersebut. Dan saat kita ada di gelombang tersebut, maka energi di dalam tubuh juga akan bergerak sesuai dengan irama nafas kita.
Breathing meditation itu banyak fokusnya, ada yang hidung, perut dan dada. Yang terbaik adalah nafas melalui perut. Karena melalui pernafasan melalui perut akan membuat nafas kita menjadi lebih panjang. Untuk pemula dan awal latihan, kita bisa menghitung dalam hati tarikan nafas kita, dan saat kita sudah menemukan iramanya, maka lama2 kita tidak akan membutuhkan hitungan. Sambil menarik nafas, kita perhatikan kembang kempisnya perut. Nafas masuk melalui hidung lalu perut akan kembang, dan saat keluar nafas, maka perut akan mengecil. Tidak perlu berfikir apakah benar atau salah, yang penting ikutin alur nafas.
White Light Meditation, kita bisa berfokus pada satu cahaya tertentu. Cahaya tersebut bisa berupa cinta kasih, perhatian dan kehangatan. Melalui white light ini kita bisa mengirimkan cahaya tersebut kepada orang lain. Fokus pada dahi lalu turunkan ke seluruh tubuh. Lalu bisa disalurkan ke bagian tubuh yang kurang sehat. Saat menyalurkan energi itu, bagi yang muslim seperti saya bisa sambil membaca Al-fatihah.
Meditation Hindrance
Pada saat akan mulai latihan meditasi, seorang pemula biasanya memiliki banyak sekali alasan yang membenarkan dirinya untuk menyerah, misalnya: aku tuh gak bisa fokus orangnya, it is not my thing, aduh..kalau meditasi pasti ngantuk, aku gak sabaran orangnya, dan alasan lainnya. Ketika alasan2 itu kita kemukakan, maka boleh jadi kita sebenarnya sedang memberikan excuse-excuse pada diri kita. Lantas, kalau kita sudah tidak memiliki excuse, dan ternyata tetap saja tidak bisa melakukan meditasi, sebenarnya apa penyebabnya? Memang diakui, ada beberapa hambatan berupa state atau kondisi yang dapat terjadi pada saat kita melakukan meditasi, antara lain:
- Anger – saat kita dalam kondisi marah, dan kita meditasi untuk mengatasi marah, maka, meditasi akan menjadi sulit untuk dilakukan. Tidak sedikit orang yang berfikiran bahwa saat marah harus segera meditas. Maka sebenarnya, pemikiran seperti ini kurang tepat, karena justru pada saat pikiran berfokus pada marah, maka meditasi akan menjadi sulit.
- Sensual Pleasure – saat kita sedang menggunakan parfum atau body lotion yang wangi, maka boleh jadi attention kita akan terganggu. Pikiran kita akan terfokus pada sensasi yang diakibatkan oleh parfum atau body lotion tadi. Hal ini disebut dengan sensual pleasure.
- Sleepy – kalau lagi ngantuk, tidur aja, jangan meditasi karena yang dibutuhkan tubuh adalah istirahat atau tidur.
- Torpor (mental inactive), adalah ketika pikiran kita malas bergerak. Dengan kata lain torpor itu bengong, pikiran kita gak observed.
- Hyper-thinking, memiliki pikiran yang sangat aktif, sibuk mikir hal-hal lain.
- Regret, contoh: kita lagi menyesali sesuatu, kita langsung meditasi.
- Doubtful, contoh: kita ragu-ragu akan diri kita sendiri, ragu apakah kita bisa meditasi atau tidak.
Seorang yogis atau orang yang sudah sering meditasi juga terkadang menghadapi hambatan (Hindrance). Yang terpenting adalah, latihan dan latihan. Mulailah dengan 5-10 menit saja dulu, tp tiap hari. Gak perlu langsung 1 jam. Meditasi itu memang tidak gampang, postur tubuh kita juga karena tidak terbiasa akan berasa capek melipat kaki dan duduk tegak. Tp kalau kita melatih diri, maka pelan2 kita akan membangun kemampuan kita yang menjadi kekuatan kita.
Ibarat sedang membersihkan rumah dan barang-barang yang ada di rumah, kita sering sekali merasa sayang untuk membuangnya, merasa berat untuk melakukannya, dan merasa tidak memiliki waktu untuk melakukannya. Namun, sekali kita lakukan, maka rumah akan menjadi bersih. Sama halnya dengan meditasi. Pada saat melakukan meditasi dengan benar, kita akan mendapatkan manfaat yang cukup besar.
Sebagai penutup:
Meditasi: mengarahkan pikiran kita kepada object yang tepat, contoh, saat latihan, kita mengarahkan pikiran kita kepada kembang kempis perut. Jadi, sekali lagi, meditasi bukan mengosongkan pikiran.
How to start:
- Start meditate 10 minutes/day and
- find comfortable cushion and quiet place at your home
- Tongue-up
- Follow your breath for two minutes. Take a deep inhale, expanding your belly, and then exhale slowly, elongating the out-breath as your belly contracts.
- If have a “strange sensation” be aware and got back to your breath.
Disclaimer:
Tulisan ini merupakan insight yang diperoleh dari sesi sharing “Meditation at your own pace; Building Confidence includes having the focus and will to turn adversity into opportunity, by Hanygung & Maeda, 11 May 2020”, insight dari beberapa article dan buku meditasi yang dibaca dan juga dari praktik meditasi yang dilakukan.

Leave a comment